Chapnews – Ekonomi – Sebuah polemik anggaran mencuat ke permukaan, melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. Inti permasalahan terletak pada proyek pembangunan kapal untuk KKP yang disebut-sebut berjumlah ribuan unit. Purbaya menegaskan bahwa anggaran untuk proyek ambisius tersebut hingga kini belum dikucurkan, dan ia menekankan bahwa mekanisme pencairan dana, termasuk yang berasal dari pinjaman luar negeri, harus tetap melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Berbicara kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta baru-baru ini, Purbaya mengakui telah melakukan pengecekan internal terkait informasi pendanaan. Hasilnya, ia membenarkan bahwa dana yang dimaksud memang belum dicairkan. "Iya tapi kan nanti lewat Menkeu juga," ujarnya, menggarisbawahi peran sentral Kemenkeu dalam setiap alokasi dana pemerintah.

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Menteri Trenggono yang menyebutkan bahwa sumber pendanaan pembangunan kapal berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris. Menanggapi hal tersebut, Purbaya tidak menampik kemungkinan adanya pinjaman tersebut. Namun, ia kembali menegaskan bahwa prosedur tetap harus dilalui.
"Ya udah enggak apa-apa. Yang, yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja," jelas Purbaya, menunjukkan bahwa meskipun sumbernya dari luar, Kemenkeu tetap menjadi gerbang utama dalam proses pencairan anggaran negara.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti aspek perencanaan proyek. Menurutnya, untuk proyek sebesar pembangunan ribuan unit kapal, perencanaan tidak seharusnya menunggu ketersediaan anggaran. Seharusnya, ada "gerakan di depannya" atau langkah-langkah persiapan yang jelas sebelum dana siap. "Tapi kan begini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu ada anggarannya. Kan sudah ada rencana di depannya, kan. Ya, saya minta itu. Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya. Itu saja," pungkasnya, mengindikasikan bahwa ia belum melihat progres signifikan dalam tahap perencanaan awal proyek tersebut.



