Chapnews – Ekonomi – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau akrab disapa Ara, memastikan kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan menggoyahkan stabilitas program rumah subsidi. Keputusan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi rakyat Indonesia.
Ara menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menetapkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk rumah tapak akan tetap di angka 5 persen. Kebijakan ini sekaligus menepis kekhawatiran publik terkait dampak kebijakan moneter terhadap sektor perumahan rakyat.

"Banyak pertanyaan bagaimana BI rate naik. Kita putuskan bunga untuk rumah subsidi tapak tetap 5 persen," ujar Menteri Ara saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyetujui skema perpanjangan tenor pembiayaan rumah subsidi hingga 40 tahun. Sebuah langkah progresif yang diharapkan semakin meringankan beban cicilan bulanan bagi para penerima manfaat. Ara menegaskan bahwa keputusan strategis ini telah disepakati oleh komite terkait dan sejalan dengan visi serta arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Ya, sesuai arahan Presiden dan mendukung penuh arahan Presiden. Kita buat skema-skema yang bisa dijalankan, baik dan bermanfaat bagi rakyat, disalurkan oleh perbankan," imbuh Ara, menggarisbawahi keseriusan pemerintah. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan program rumah subsidi terus berjalan efektif, terlepas dari dinamika ekonomi makro.
Dengan penetapan bunga tetap dan tenor yang lebih panjang, diharapkan akses masyarakat terhadap rumah subsidi semakin terbuka lebar. Ini menjadi angin segar bagi jutaan keluarga Indonesia yang mendambakan memiliki hunian sendiri dengan cicilan yang terjangkau dan stabil dalam jangka panjang, memberikan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi.


