Chapnews – Nasional – Kabar duka menyelimuti dunia penerbangan Indonesia setelah sebuah pesawat Air Tractor AT-802 milik Pelita Air Service jatuh di wilayah perbukitan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Pilot pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tersebut, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, dipastikan meninggal dunia dalam insiden tragis yang terjadi pada Kamis (19/2) ini.
Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Syahril, mengonfirmasi bahwa pilot ditemukan tak bernyawa pada pukul 14.33 Wita dan segera dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Pesawat dengan registrasi PK-PAA itu diketahui sedang dalam penerbangan dari Long Bawan menuju Tarakan setelah menyelesaikan misi distribusi BBM di wilayah perbatasan.

Insiden bermula sekitar pukul 12.25 Wita, ketika seorang saksi mata di apron Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, melihat pesawat tersebut turun miring secara tidak wajar ke arah belakang bukit di ujung landasan 22. Laporan cepat ini memicu tim gabungan dari Danpos Angkatan Udara, Danramil, dan warga setempat untuk bergerak mencari lokasi jatuhnya pesawat.
Pencarian membuahkan hasil pada pukul 13.25 Wita, saat puing-puing pesawat ditemukan di area perbukitan. Jenazah Capt. Hendrick Lodewyck Adam kemudian dibawa ke RS Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 Wita untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan yang hanya melibatkan satu kru pilot ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Endah juga menambahkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada Februari 2024, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam, menunjukkan bahwa pesawat dalam kondisi laik terbang sebelum insiden.
Patria Rhamadonna, Corporate Secretary PT Pelita Air Service, membenarkan bahwa insiden ini melibatkan salah satu armada charter Pelita Air yang bertugas dalam misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pesawat jenis Air Tractor AT-802 ini memang dirancang khusus untuk kargo dan diawaki oleh satu pilot tanpa awak kabin atau penumpang. "Pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan," jelas Patria dalam keterangan tertulisnya.
Seorang saksi mata di bandara, Aboy, menceritakan detik-detik menegangkan saat pesawat lepas landas. "Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas, kemudian disusul dengan pesawat yang oleng," ungkap Aboy, menggambarkan momen mengerikan sebelum pesawat jatuh. Kondisi cuaca di langit Krayan saat kejadian dilaporkan berawan dan gelap.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.



