Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengumumkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Ia mengungkapkan bahwa salah satu hasil kesepakatan penting dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia adalah rencana pembangunan fasilitas penyimpanan atau tangki minyak (storage) berskala besar di Indonesia.
Menurut Bahlil, proyek vital ini dirancang sebagai investasi jangka panjang dengan skema kerja sama yang komprehensif. Model yang akan diterapkan meliputi kemitraan antar pemerintah (Government to Government/G to G) serta kolaborasi antar bisnis (Business to Business/B to B) yang melibatkan PT Pertamina (Persero). "Rencana pembangunan storage ini merupakan bagian integral dari kesepakatan yang telah kami jalin baru-baru ini," jelas Bahlil, menegaskan komitmen kedua belah pihak saat ditemui di Istana Negara Jakarta.

Meski demikian, Bahlil belum dapat membeberkan detail spesifik mengenai besaran investasi maupun lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan BBM tersebut. Ia menekankan bahwa pembahasan masih dalam tahap finalisasi dan memerlukan diskusi lebih lanjut dengan delegasi Rusia. "Untuk investasi kilang dan storage, kami sedang dalam pembahasan angka yang sebentar lagi akan rampung," ungkapnya, memberikan sinyal positif terkait kemajuan negosiasi.
Sebelumnya, Menteri Bahlil memang telah berulang kali menyuarakan urgensi peningkatan ketahanan energi nasional. Dengan adanya fasilitas penyimpanan minyak yang memadai, Indonesia menargetkan mampu memiliki cadangan energi hingga tiga bulan. Angka ini merupakan lompatan signifikan, mengingat kondisi ketahanan energi nasional saat ini yang baru berkisar antara 25 hingga 26 hari. Rencana kerja sama dengan Rusia ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mencapai target ketahanan energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.



