Ads - After Header

TERUNGKAP! Kronologi Nahas Pesawat Pelita Air di Kaltara

Ahmad Dewatara

TERUNGKAP! Kronologi Nahas Pesawat Pelita Air di Kaltara

Chapnews – Ekonomi – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akhirnya menguak kronologi tragis kecelakaan pesawat Pelita Air yang berujung pada gugurnya pilot, Kapten Hendrick Lodewyck Adam. Insiden nahas ini terjadi saat pesawat dalam penerbangan kargo rute Long Bawan menuju Tarakan, Kalimantan Utara, mengangkut muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, pesawat nahas tersebut lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC atau 12.10 WITA. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandar Udara Tarakan pada pukul 05.15 UTC atau 13.15 WITA. Namun, sebuah kejadian mengejutkan terjadi. Pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), hanya sepuluh menit setelah lepas landas, sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat itu tiba-tiba terdeteksi.

TERUNGKAP! Kronologi Nahas Pesawat Pelita Air di Kaltara
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Padahal, pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam sebelumnya sempat menginformasikan kepada petugas ATC Tarakan bahwa perkiraan pesawat akan berada di posisi Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA). Ironisnya, sinyal darurat justru terpancar empat menit sebelum waktu laporan yang dijanjikan. Informasi terakhir yang diterima pada pukul 15.16 WITA mengonfirmasi kabar duka, bahwa pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tragis ini.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan pesawat yang hanya mengangkut satu kru, yakni pilot, tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Dari data kelaikudaraan, Kemenhub memastikan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada tanggal 11 Februari 2026. Total jam terbang pesawat tercatat mencapai 3.303 jam, menunjukkan riwayat perawatan yang teratur.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah bergerak cepat, berkoordinasi intensif dengan operator Pelita Air, otoritas bandara setempat, serta berbagai instansi terkait lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal dan sesuai prosedur. Proses investigasi lebih lanjut akan dilaksanakan secara transparan dan komprehensif oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atau instansi berwenang lainnya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi mengungkap fakta di balik insiden tragis ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer