Ads - After Header

Menkeu Purbaya Murka! Hina Negara, Beasiswa LPDP Dicabut!

Ahmad Dewatara

Menkeu Purbaya Murka! Hina Negara, Beasiswa LPDP Dicabut!

Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan peringatan keras kepada seluruh penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar tidak sekali-kali menghina negara. Pernyataan tegas ini muncul menyusul kasus viral alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang melontarkan kalimat kontroversial "cukup saya yang WNI, anak-anakku jangan". Kasus ini semakin memanas setelah suaminya, Arya Iwantoro, juga terseret lantaran diduga belum menunaikan kewajiban pengabdian pasca-menerima beasiswa LPDP.

Purbaya menegaskan bahwa dana beasiswa LPDP bukanlah hibah cuma-cuma, melainkan investasi strategis negara yang bersumber dari hasil pajak rakyat dan sebagian alokasi pembiayaan negara. Dana tersebut diperuntukkan khusus untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Oleh karena itu, tindakan merendahkan martabat negara oleh penerima beasiswa dianggap sebagai pelanggaran integritas yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi.

Menkeu Purbaya Murka! Hina Negara, Beasiswa LPDP Dicabut!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Saya harapkan ke depan, teman-teman yang dapat beasiswa LPDP, kalau memang tidak senang ya tidak senang, tapi jangan sampai menghina-hina negara. Jangan begitu," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026). Ia menambahkan, "Itu uang dari pajak dan dari sebagian utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh."

Purbaya tidak main-main dengan ancamannya. Ia menekankan bahwa ekspresi ketidakpuasan pribadi tidak boleh berujung pada penghinaan terhadap negara yang telah membiayai pendidikan mereka. "Tapi kalau dipakai untuk menghina negara, kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu. Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk. Nanti akan kalian lihat blacklist-nya seperti apa, jadi jangan menghina negara Anda sendiri," jelasnya dengan nada tegas.

Sebagai contoh, Purbaya menceritakan pengalamannya sendiri yang menempuh pendidikan hingga ke luar negeri dengan biaya pribadi, dan setelah selesai ia memilih untuk kembali mengabdi kepada negara. Dengan demikian, sanksi keras ini bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk pembelajaran agar seluruh penerima beasiswa LPDP tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan menghormati kontrak sosial yang telah disepakati dengan negara.

"Kalau enggak patriotis enggak apa-apa, tapi jangan menghina negara deh," pungkas Menkeu. Ia kembali menegaskan komitmennya, "Dan saya ingatkan kepada teman-teman yang lain dari LPDP dan saya pastikan yang ini akan di-blacklist betulan dengan serius." Peringatan ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penerima beasiswa LPDP untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kecintaan terhadap tanah air.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer