Ads - After Header

Mendag-Mendes Bertemu 4 Mata! Nasib Alfamart-Indomaret di Desa Terancam?

Ahmad Dewatara

Mendag-Mendes Bertemu 4 Mata! Nasib Alfamart-Indomaret di Desa Terancam?

Chapnews – Ekonomi – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan segera menggelar pertemuan empat mata dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Agenda utama diskusi ini adalah menindaklanjuti wacana pembatasan ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, terutama setelah Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi secara optimal.

"Saya rencananya ketemu Pak Mendes. Saya belum tahu maksudnya seperti apa," ujar Mendag Budi kepada awak media di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026, usai meninjau produk UMKM lokal di jaringan bisnis KAI Services. Mendag Budi mengaku belum sepenuhnya memahami substansi dan tujuan di balik usulan tersebut, sehingga pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan.

Mendag-Mendes Bertemu 4 Mata! Nasib Alfamart-Indomaret di Desa Terancam?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mendag Budi menegaskan bahwa usulan ini memerlukan kajian mendalam untuk memastikan maksud dan tujuan sebenarnya dari keinginan untuk mengatur laju ekspansi jaringan ritel modern.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa regulasi terkait ritel modern telah tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021. Penerbitan izin usaha bagi ritel modern pun telah terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS), dengan validasi akhir berada di tangan pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Iqbal menyoroti pola distribusi geografis ritel modern. Menurutnya, mayoritas gerai ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret, masih terkonsentrasi di kawasan urban. Hal ini bukan tanpa alasan; strategi ekspansi mereka didasarkan pada perhitungan demografi dan potensi pendapatan penduduk setempat.

"Ritel modern berjejaring cenderung memilih lokasi di perkotaan. Mereka pasti melakukan perhitungan demografi dan potensi pendapatan penduduk sebelum mendirikan toko. Oleh karena itu, sangat jarang kita temukan ritel modern berjejaring di wilayah pedesaan," jelas Iqbal. Berbeda dengan koperasi desa yang justru diharapkan mampu menjangkau hingga ke pelosok wilayah, mengisi kekosongan pasar di daerah terpencil.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer