Ads - After Header

Rupiah Menggila! Tembus Rp16.800 per Dolar AS!

Ahmad Dewatara

Rupiah Menggila! Tembus Rp16.800 per Dolar AS!

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Mata uang Garuda menunjukkan kekuatannya di pasar spot. Rupiah berhasil menutup perdagangan hari Rabu, 25 Februari 2026, dengan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencapai level Rp16.800. Kenaikan ini tercatat sebesar 29 poin atau setara 0,17 persen dari posisi sebelumnya.

Menurut analisis pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, kinerja positif rupiah ini tak lepas dari pengaruh sentimen eksternal. Salah satu faktor pendorong adalah kebijakan pemerintah AS yang sebelumnya mulai menerapkan tarif impor global sementara sebesar 10 persen. Rencana mantan Presiden Trump untuk menaikkan tarif ini menjadi 15 persen telah menimbulkan gelombang ketidakpastian di kancah perdagangan global dan memicu kekhawatiran inflasi.

Rupiah Menggila! Tembus Rp16.800 per Dolar AS!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ibrahim dalam risetnya menjelaskan, pemberlakuan tarif baru ini merupakan respons Washington setelah Mahkamah Agung AS pekan lalu membatalkan bea masuk besar-besaran yang sebelumnya diberlakukan di bawah kekuasaan darurat. Kondisi ini mendorong AS untuk mencari dan memperkenalkan kembali tarif berdasarkan otoritas hukum alternatif.

Di sisi lain, dinamika geopolitik global juga turut menjadi perhatian. Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengindikasikan kesiapan Teheran untuk bernegosiasi guna mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Kedua negara dijadwalkan akan melangsungkan putaran ketiga pembicaraan di Jenewa pada hari Kamis, di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan yang berpotensi memicu konfrontasi militer antara Washington dan Teheran.

Kendati demikian, laju penguatan rupiah masih dihadapkan pada ekspektasi suku bunga acuan AS yang diperkirakan akan tetap tinggi. Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, pada hari Selasa lalu menyatakan bahwa suku bunga kemungkinan besar akan dipertahankan pada level saat ini "untuk beberapa waktu." Pernyataan ini didasari oleh data ekonomi terbaru yang menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja, meskipun risiko inflasi masih membayangi, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg.

Senada dengan Collins, Ketua Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, secara tegas menolak ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Ia berpendapat bahwa suku bunga harus tetap stabil mengingat inflasi masih berada di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed. Sikap serupa juga digaungkan oleh Ketua Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, yang menekankan pentingnya menjaga inflasi sebagai prioritas utama kebijakan moneter.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer