Chapnews – Nasional – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin, menjadi salah satu dari ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur yang hingga kini masih tertahan di Arab Saudi. Penundaan kepulangan ini merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah, menyebabkan ketidakpastian dalam jadwal penerbangan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membenarkan situasi yang dialami sahabatnya tersebut. Emil menjelaskan bahwa kondisi ruang udara di wilayah Timur Tengah saat ini sedang tidak menentu, memaksa banyak maskapai untuk melakukan pembatalan atau penundaan jadwal penerbangan demi menjamin keselamatan penumpang.

"Sahabat saya, Mas Arifin, Bupati Trenggalek, belum dapat kembali ke tanah air karena situasi di Timur Tengah yang berdampak pada jadwal penerbangan," kata Emil di Surabaya, Rabu (4/3).
Emil menekankan bahwa prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini adalah keselamatan seluruh warga negara Indonesia, termasuk para jemaah umrah, yang sedang berada di wilayah terdampak konflik. Pemprov Jatim terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mencari solusi terbaik agar proses pemulangan dapat berjalan lancar.
Ketua Demokrat Jawa Timur itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendoakan keselamatan Mas Ipin serta seluruh jemaah umrah lain yang terdampak situasi sulit tersebut. "Semoga seluruh jemaah dan warga kita di Timur Tengah senantiasa diberikan keselamatan. Kita percayakan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk mengambil langkah-langkah terbaik dalam situasi yang menantang ini," ujarnya, penuh harap.
Situasi ini bukan hanya menimpa Bupati Trenggalek. Sebelumnya, ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur (Jatim) juga dilaporkan tertunda kepulangannya akibat memanasnya ketegangan antara Iran dan Israel-Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut data sementara dari Kementerian Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim, setidaknya ada 9.400 jemaah umrah asal Jatim yang mengalami penundaan kepulangan. "Betul, ada sekitar 9.400 jemaah umrah dari Jawa Timur yang kepulangannya tertunda," kata Plt Kepala Kemenhaj Jatim, Asadul Anam, Senin (2/3).
Anam menjelaskan, penundaan ini merupakan konsekuensi dari penyesuaian jalur penerbangan dan kebijakan otoritas setempat yang sangat mempertimbangkan faktor keselamatan para penumpang. Hingga laporan ini dibuat, seluruh jemaah dipastikan dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan penuh dari pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya mencari solusi terbaik agar ribuan jemaah ini dapat segera kembali ke tanah air dengan selamat.



