Chapnews – Nasional – Warga Bekasi digegerkan dengan penemuan mayat termutilasi di dalam freezer sebuah kios ayam goreng di Perumahan Mega Regency, Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, tanpa tangan dan kaki, memicu kengerian di tengah masyarakat. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi keji ini.
Penemuan mengerikan ini bermula pada Sabtu (28/3) pagi, ketika pemilik toko baru saja kembali dari mudik di Cilacap. Sesampainya di ruko, ia mencium bau menyengat yang berasal dari freezer yang terkunci. Rasa penasaran bercampur kecurigaan mendorongnya untuk membuka paksa kunci tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mendapati sesosok jasad manusia di antara tumpukan daging ayam beku.

Korban kemudian diidentifikasi sebagai AH (39), seorang petugas keamanan yang bekerja di toko tersebut. Saat ditemukan, kondisi jasad sangat mengenaskan; kedua tangan dan kakinya telah raib, tidak ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, dua unit sepeda motor serta sejumlah uang tunai milik pemilik toko juga dilaporkan menghilang dari tempat kejadian perkara, mengindikasikan motif perampokan.
Tak butuh waktu lama, tim gabungan dari Jatanras Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua orang terduga pelaku berinisial S dan DS alias ANS. Keduanya diketahui juga merupakan karyawan di kios ayam goreng yang sama dengan korban. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam kasus mutilasi yang menggemparkan ini, setelah sebelumnya polisi melakukan penyelidikan intensif.
AKBP Abdul Rahim, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membenarkan penangkapan tersebut. "Dua orang terduga pelaku sudah berhasil diamankan oleh Tim Jatanras Polda Metro," ujarnya, sebagaimana dikutip dari chapnews.id. Namun, pihak kepolisian belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai motif di balik aksi keji ini.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan lebih lanjut di lapangan. Sabar ya, nanti akan kita sampaikan rilis lengkapnya," tambah AKBP Abdul Rahim, menegaskan bahwa penyidik masih bekerja keras untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini, termasuk mencari potongan tubuh korban yang hilang serta motif pasti yang melatarbelakangi pembunuhan sadis tersebut.


