Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya memberikan sinyal kuat terkait dugaan aktor intelektual di balik kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus lalu. Dalam sebuah forum diskusi eksklusif, Prabowo tidak secara langsung menunjuk, namun melontarkan pertanyaan balik yang mengisyaratkan adanya dalang di balik insiden tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat mengundang sejumlah pimpinan redaksi media dan pengamat dalam acara "Program Presiden Prabowo Menjawab" di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Mengawali diskusi, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi hingga tuntas dari bumi Indonesia. Ia menyadari bahwa upaya pemberantasan ini pasti akan memicu perlawanan sengit dari para koruptor yang merasa terancam kepentingannya.
Salah seorang peserta diskusi, Rivana Pratiwi, kemudian menindaklanjuti dengan pertanyaan tajam, "Berarti mereka yang mengerahkan massa-massa itu Pak? Yang ingin merusak situasi?" Prabowo, yang juga Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, tidak menjawab lugas. Ia justru membalas dengan pertanyaan retoris, "Ya kira-kira?" sebuah respons yang seolah mengarahkan peserta untuk menarik kesimpulan sendiri.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa ia menerima informasi adanya dugaan aliran dana yang menggerakkan kericuhan tersebut. Ia mengklaim, anak-anak di bawah umur menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Mereka dijanjikan imbalan uang, bahkan ada yang mengaku diberi obat-obatan, untuk memprovokasi kerusuhan. "Anak-anak itu kalau kita kumpulkan ngaku, dibayar Rp100 ribu, dijanjikan Rp200 ribu, disuruh ini disuruh itu, ada yang dikasih obat dan sebagainya," terang Prabowo, mengutip pengakuan para pelaku.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan lawan politiknya berada di balik kerusuhan, Prabowo tidak memberikan jawaban eksplisit. Ia memilih untuk menggunakan analogi, menyatakan bahwa upaya pemberantasan narkoba pasti akan menghadapi perlawanan dari mafia narkoba yang tidak akan tinggal diam. Analogi ini mengisyaratkan bahwa setiap upaya perubahan atau penegakan hukum akan selalu berhadapan dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Meski demikian, Prabowo meyakinkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa tim sedang aktif memburu aktor intelektual di balik kericuhan tersebut dan mengklaim sudah mulai menemukan titik terang dalam penyelidikan. "Kita sudah ke arah situ," pungkasnya, memberikan harapan akan terungkapnya dalang sebenarnya di balik insiden 27 Agustus.


