Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kabar mengenai kajian pemerintah untuk merestrukturisasi kepemilikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Holding Ultra Mikro (UMi) yang saat ini berada di bawah kendali Danantara, akhirnya memicu respons resmi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). BRI dengan tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan keberlanjutan dukungan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor vital perekonomian nasional, di tengah potensi perubahan kebijakan ini.
Dhanny, Corporate Secretary BRI, dalam keterangannya kepada awak media yang dikutip Chapnews – Ekonomi – pada Minggu (12/4/2026), menegaskan kembali posisi sentral UMKM sebagai tulang punggung ekonomi. Ia menyatakan keyakinan perseroan bahwa setiap langkah strategis yang diambil pemerintah, termasuk potensi transformasi pada PNM, akan berujung pada penguatan ekosistem pembiayaan yang lebih solid dan terarah bagi para pelaku usaha kecil. "UMKM memiliki peran krusial dalam denyut nadi ekonomi bangsa. Kami sangat optimis bahwa pemerintah akan terus memberikan dorongan agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan, secara prinsipil, BRI senantiasa mendukung penuh setiap kebijakan pemegang saham pengendali yang bertujuan memperkuat sektor pendanaan UMKM. Ia menyoroti efektivitas sinergi antara BRI dan PNM dalam Holding UMi yang selama ini telah berhasil memperluas jangkauan akses permodalan serta meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat segmen ultra mikro. Bukti konkret keberhasilan kolaborasi ini terlihat sepanjang tahun 2025, di mana sebanyak 1,4 juta nasabah ultra mikro berhasil ditingkatkan statusnya atau "naik kelas". Pencapaian ini menandai pertumbuhan signifikan sebesar 11,82 persen secara tahunan, menggarisbawahi dampak positif pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput.
Menanggapi potensi perubahan struktur kepemilikan pada salah satu anggota holdingnya, Dhanny meyakinkan bahwa BRI akan terus memantau dan mencermati setiap arahan dari regulator serta pemegang saham. Perseroan berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh operasional berjalan sesuai koridor prinsip kehati-hatian (prudent), menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) secara konsisten, serta didukung oleh manajemen risiko yang kokoh. "Kami akan patuh pada arahan regulator dan memastikan bahwa seluruh operasional kami tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian serta sesuai dengan standar tata kelola yang baik," pungkasnya.


