Ads - After Header

Rupiah Terancam Rp17.000 Pekan Depan, Ini Pemicunya!

Ahmad Dewatara

Rupiah Terancam Rp17.000 Pekan Depan, Ini Pemicunya!

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan berjuang di atas level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan depan. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti potensi fluktuasi tajam di pasar keuangan global yang dipicu oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Dalam risetnya yang dikutip chapnews.id pada Minggu (12/4/2026), Ibrahim menjelaskan bahwa Indeks Dolar AS (DXY) berpotensi mengalami pelebaran rentang perdagangan yang signifikan. Secara teknikal, DXY memiliki level support di 97,00 dan resisten di 100,90. Namun, dalam perdagangan satu pekan ke depan, Ibrahim memperkirakan rentang ini bisa melebar hingga 101,00. Penguatan dolar yang demikian akan menjadi tekanan berat bagi mata uang lainnya, termasuk Rupiah.

Rupiah Terancam Rp17.000 Pekan Depan, Ini Pemicunya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Pelemahan mata uang Rupiah kemungkinan masih akan bertahan di atas level 17.000," ujar Ibrahim. Prediksi ini mengindikasikan bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda belum akan mereda dalam waktu dekat, sejalan dengan penguatan Dolar AS.

Fokus utama pasar saat ini beralih ke perundingan krusial antara AS dan Iran yang difasilitasi oleh Pakistan. Ibrahim memaparkan dua skenario yang akan sangat menentukan pergerakan harga komoditas global, terutama minyak, serta dampaknya terhadap inflasi dan kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed).

Skenario pertama, jika tercapai jeda perang selama dua minggu, harga minyak diproyeksikan akan menurun. Penurunan ini berpotensi meredam laju inflasi global, membuka peluang bagi The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Kondisi ini, pada gilirannya, akan menjadi sentimen positif yang mendorong kenaikan harga emas.

Sebaliknya, jika negosiasi menemui jalan buntu dan memicu perang terbuka, dampaknya akan sangat signifikan. Ibrahim memperingatkan potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan gangguan di Terusan Suez. Situasi ini diperkirakan akan menyebabkan lonjakan drastis harga minyak mentah dan emas secara bersamaan, menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer