Ads - After Header

Agustus Panas! Muktamar NU ke-35 Siap Digelar, Lokasi Masih Misteri

Ahmad Dewatara

Agustus Panas! Muktamar NU ke-35 Siap Digelar, Lokasi Masih Misteri

Chapnews – Nasional – Musyawarah Nasional (Muktamar) ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, dipastikan akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Setelah sempat diwarnai dinamika internal di kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) jelang akhir tahun lalu yang berujung pada rekonsiliasi, kini fokus tertuju pada persiapan acara puncak ini. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, mengungkapkan harapannya agar Muktamar dapat diselenggarakan pada awal Agustus, tepatnya antara tanggal 1 hingga 5. Namun, lokasi pasti penyelenggaraan masih menjadi topik pembahasan hangat di kalangan pengurus.

KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa pemilihan awal Agustus sejalan dengan siklus Muktamar sebelumnya, seperti yang terjadi di Jombang. Mengenai lokasi, ia menyebutkan beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan secara serius. "Kita akan rapatkan dulu, apakah akan di Surabaya atau Jakarta. Kemungkinan lain adalah pesantren, seperti Pesantren Walisongo di Situbondo yang diasuh KH Cholil Asad, atau pesantren di Nusa Tenggara Barat yang sudah lama mengajukan diri, bahkan Sumatera Barat yang mendapat dukungan dari tiga provinsi," ujarnya saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jatim di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Minggu (12/4), seperti dikutip dari NUOnline Jatim.

Agustus Panas! Muktamar NU ke-35 Siap Digelar, Lokasi Masih Misteri
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam kesempatan yang sama, Rais Aam PBNU juga melontarkan kritik tajam terhadap kondisi NU saat ini. Ia menilai organisasi belum sepenuhnya mengimplementasikan amanat fundamental dalam Qonun Asasi NU, yakni memberantas kemaksiatan dan meningkatkan kesejahteraan umat. "Simbol tongkat Nabi Musa yang sakti untuk membasmi kemaksiatan dan menyejahterakan umat dengan mencari rezeki, belum sepenuhnya terlaksana," tegasnya. Miftachul Akhyar menyoroti disparitas ekonomi, di mana meskipun warga NU merupakan mayoritas signifikan dari Muslim Indonesia, hanya sekitar 30 persen yang memiliki keunggulan ekonomi.

Senada dengan itu, Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abd Matin Djawahir, dalam pembukaan Muskerwil, menyerukan agar NU kembali berpegang teguh pada Qonun Asasi dan memperkuat kembali peran Syuriyah sebagai kepemimpinan tertinggi. Ia menekankan bahwa penetapan lokasi dan waktu Muktamar semestinya tunduk pada keputusan Rais Aam PBNU. Mengibaratkan struktur organisasi dengan pondok pesantren, KH Matin Djawahir menjelaskan bahwa Rais Aam adalah figur kiai, sementara Ketua Umum PBNU berperan sebagai pengurus. "Memasuki abad kedua NU, sangat krusial untuk mengembalikan esensi Qonun Asasi dan menempatkan Rais Aam pada posisi awalnya. Tidak boleh ada entitas di atas PBNU, apalagi yang lebih tinggi atau menghakimi Rais Aam. Supremasi Syuriyah mutlak harus menjadi perhatian utama kita," tegasnya.

Sekjen PBNU Konfirmasi, Panitia Inti Terbentuk

Di lokasi berbeda pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, turut mengonfirmasi jadwal Muktamar NU yang akan berlangsung pada Agustus tahun ini. Kendati demikian,

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer