Ads - After Header

Horor Bekasi: 15 Tewas, DPR Desak KAI Evaluasi Total!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta api di Indonesia. Desakan ini muncul menyusul insiden tragis tabrakan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, yang hingga kini telah menelan 15 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti serius sistem keamanan di perlintasan sebidang. Menurutnya, insiden di Bekasi yang diduga bermula dari KRL yang tertemper taksi di perlintasan tak berpenjaga, menunjukkan betapa rentannya keselamatan di titik-titik tersebut. "Keamanannya sangat kurang, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan ini harus disikapi dengan serius," tegas Puan. Ia menambahkan bahwa kereta api bukan hanya layanan publik, tetapi juga penopang mobilitas jutaan masyarakat, sehingga setiap insiden besar dapat merusak kepercayaan publik terhadap transportasi massal ini.

Horor Bekasi: 15 Tewas, DPR Desak KAI Evaluasi Total!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Senada, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengingatkan KAI dan Kemenhub mengenai urgensi penanganan ribuan perlintasan sebidang yang kerap menjadi pemicu kecelakaan. "Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik," ujarnya. Lasarus memaparkan data KAI per 2024 yang mencatat 3.896 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.093 di antaranya tidak terdaftar dan 971 perlintasan belum dijaga. Ia miris dengan kondisi jalur kereta api di Indonesia yang menurutnya berbeda dengan standar global yang "clear and clean".

Wakil Ketua Komisi bidang transportasi DPR, Syaiful Huda, secara spesifik menyoroti perlintasan sebidang tanpa penjagaan, termasuk JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur yang diduga menjadi lokasi awal insiden. Huda juga mempertanyakan efektivitas sistem sinyal dalam kasus ini. "Saat KRL 5181 terlibat dengan insiden dengan taksi hijau dan KRL 5588 A menghentikan perjalanan di Stasiun Bekasi Timur, pertanyaannya kenapa KA Argo Bromo Anggrek tidak menghentikan perjalanannya? Apakah ini persoalan sinyal atau kelalaian manusia (human error)," tanyanya. Komisi V menyatakan akan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengonfirmasi bahwa hingga Selasa siang, jumlah korban tewas akibat kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu mencapai 15 orang, dengan 88 lainnya masih menjalani perawatan intensif. AHY menegaskan upaya maksimal terus dilakukan untuk penanganan medis korban.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai di ribuan perlintasan sebidang yang belum tersentuh penanganan serius. Tanpa evaluasi dan perbaikan menyeluruh, ancaman tragedi serupa diperkirakan akan terus menghantui perjalanan kereta api di Tanah Air.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer