Chapnews – Nasional – Banda Aceh digegerkan oleh sebuah insiden dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Lamgugob. Seorang pengasuh di Daycare Baby Preneur diduga kuat melakukan penganiayaan brutal terhadap seorang bayi, dengan tindakan mulai dari menjewer hingga membanting korban.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas menjadi bukti kuat atas kejadian tragis ini. Dalam video tersebut, terlihat jelas seorang pengasuh menunjukkan ekspresi kekesalan saat mencoba menyuapi bayi. Tanpa diduga, pengasuh tersebut kemudian menjewer telinga sang bayi, menampar, serta menarik paksa kaki dan tangan mungil korban hingga tubuhnya terempas. Beberapa laporan juga menyebutkan adanya tindakan membanting.

Insiden memilukan ini terungkap pada Senin (27/4) berkat sistem CCTV yang memungkinkan orang tua untuk memantau anak-anak mereka secara langsung. Husaini, pemilik Daycare Baby Preneur, membenarkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pekerjanya.
"Benar, kejadiannya kemarin. Tiga orang sudah kita pecat usai kejadian, satu pelaku utama dan dua pengasuh lain yang saat itu berada di lokasi namun tidak bertindak," terang Husaini kepada wartawan, Selasa (28/4), seperti dikutip chapnews.id.
Husaini menambahkan bahwa pihak manajemen daycare adalah yang pertama kali memberitahukan insiden ini kepada orang tua korban setelah melihat rekaman CCTV. Pihaknya juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban dan segera menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.
Manajemen Daycare Baby Preneur berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka berjanji akan menindak tegas pelaku dan memberikan sanksi seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. "Pelaku sudah diberhentikan secara tidak hormat dan saat ini sedang dalam penyelidikan mendalam oleh kepolisian," pungkas Husaini, menegaskan keseriusan pihak daycare dalam menangani kasus ini.


