Ads - After Header

Rupiah Loyo, Harga Meroket? Ini Peringatan Chatib Basri!

Ahmad Dewatara

JAKARTA – Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16 WIB

Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam agenda yang membahas kondisi fundamental perekonomian nasional dan langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global, anggota DEN, Chatib Basri, menyuarakan peringatan serius terkait potensi lonjakan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah, sebuah isu yang dinilai dapat memukul langsung daya beli masyarakat.

Rupiah Loyo, Harga Meroket? Ini Peringatan Chatib Basri!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pertemuan tersebut, yang berlangsung di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, menjadi forum bagi Presiden Prabowo untuk mendapat pemaparan komprehensif mengenai perkembangan ekonomi terkini. Salah satu poin krusial yang diangkat Chatib Basri adalah urgensi pemerintah untuk mewaspadai dampak pelemahan mata uang Garuda.

"Salah satu isu penting yang harus menjadi perhatian serius adalah kemungkinan terjadinya kenaikan harga-harga sebagai imbas dari pelemahan rupiah," tegas Chatib usai pertemuan, seperti dikutip chapnews.id, Selasa (9/6/2026). Ia menggarisbawahi bahwa dampak inflasi ini berpotensi dirasakan secara langsung dan signifikan oleh kelompok masyarakat tertentu, terutama yang rentan.

Untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan publik serta pelaku ekonomi di tengah gejolak global, Chatib Basri menekankan pentingnya langkah-langkah efisiensi anggaran. Ia juga menyoroti optimalisasi program-program prioritas pemerintah, termasuk program seperti MBG, sebagai upaya konkret untuk menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan terhadap pemerintahan.

Namun, di sisi lain, optimisme juga datang dari anggota DEN lainnya, Firman Hidayat. Ia memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih kuat dan tangguh dibandingkan saat krisis ekonomi 1998. Firman menyebut, sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terjaga dengan baik.

"Selain indikator-indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi dan inflasi yang tetap stabil, salah satu yang kami soroti adalah neraca korporasi yang berada dalam posisi sangat sehat," jelas Firman. Ia menambahkan, kondisi sektor perbankan yang prima turut menjadi penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer