Chapnews – Nasional – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang disinyalir menghasut dan berupaya memecah belah masyarakat. Ia menegaskan bahwa individu atau kelompok semacam itu tidak berpihak pada kepentingan nasional, melainkan bekerja untuk agenda pihak lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6). Di hadapan para pengusaha muda dari seluruh Indonesia, Prabowo tidak segan melontarkan kritik keras terhadap praktik-praktik yang dapat mengancam persatuan bangsa.

"Kalau ada yang menghasut memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia, saudara-saudara," ujar Prabowo dengan nada lugas. Penegasan ini mengindikasikan kekhawatiran Prabowo terhadap potensi polarisasi yang dapat menghambat kemajuan bangsa.
Tak hanya soal persatuan, Prabowo juga menekankan pentingnya peran pengusaha yang memiliki karakter militan, cerdas, dan pantang menyerah dalam membangun bangsa. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok-sosok wirausaha yang tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, memiliki visi jauh ke depan, serta semangat juang tinggi demi kemandirian dan kemajuan ekonomi nasional. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Prabowo terhadap stabilitas nasional dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dengan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.


