Chapnews – Ekonomi – Mantan Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri, kembali menjadi pusat perhatian setelah dikabarkan dipanggil ke Istana Negara. Sosoknya yang dikenal dengan analisis ekonomi tajam juga memicu pertanyaan publik mengenai aset kekayaan yang dimilikinya.
Spekulasi mengenai kemungkinan Chatib Basri bergabung dalam jajaran kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto semakin menguat. Isu ini mencuat setelah ia terlihat memenuhi panggilan untuk bertemu Prabowo di Istana Negara pada hari sebelumnya.

Namun, Chatib Basri segera menepis kabar yang menyebutkan dirinya ditawari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. "Tidak ada tawaran jabatan. Pembahasan kami murni seputar isu-isu ekonomi," tegasnya, mengklarifikasi tujuan pertemuannya.
Selain itu, pakar ekonomi tersebut juga sempat memberikan tanggapan terkait fluktuasi nilai tukar rupiah. Kendati demikian, ia memilih untuk tidak menguraikan detail lebih lanjut, dengan alasan bahwa hal tersebut telah disampaikan dalam forum sebelumnya. "Sudah dijelaskan di sana," pungkasnya.
Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Negara ini sontak menarik perhatian luas, tidak hanya karena spekulasi posisi kabinet, tetapi juga mengingat rekam jejaknya sebagai ekonom terkemuka. Meskipun detail mengenai total kekayaannya sering menjadi pertanyaan publik, fokus utama saat ini tetap pada peran potensialnya dalam dinamika pemerintahan mendatang dan kontribusinya terhadap kebijakan ekonomi nasional.

