Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Raksasa superapp PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) membuat langkah strategis yang menggemparkan pasar. Perusahaan ini mengumumkan rencana akuisisi 60% saham PT Mobile Coin Asia (MCA), sebuah langkah ambisius yang dirancang untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan digital mereka, menggenjot efisiensi operasional, sekaligus membuka pintu ke pasar remitansi yang menjanjikan.
Sebagai tulang punggung bagi jutaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui platform superapp-nya, MPIX selama ini menghadapi tantangan signifikan terkait ketergantungan pada infrastruktur pihak ketiga. Berbagai layanan krusial, mulai dari pencairan dana (disbursement), operasional QRIS, hingga gerbang pembayaran (payment gateway), sepenuhnya dijalankan oleh entitas eksternal. Ketergantungan ini bukan tanpa konsekuensi. Sejumlah besar potensi pendapatan dari biaya transaksi (fee) yang seharusnya dapat memperkaya kas perseroan, justru harus mengalir keluar. Situasi ini menciptakan beban operasional yang tidak sedikit dan membatasi ruang gerak MPIX dalam mengoptimalkan profitabilitas.

Akuisisi MCA, yang merupakan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) dengan infrastruktur perbankan dan lisensi yang lengkap, menjadi jawaban atas permasalahan tersebut. Dengan mengintegrasikan MCA, MPIX akan mampu menginternalisasi seluruh alur pembayaran. Ini berarti, perseroan tidak hanya berpotensi memangkas biaya operasional secara drastis, tetapi juga memperkuat fundamental keuangan dan otonomi dalam mengelola layanan pembayaran digitalnya.
Namun, nilai strategis akuisisi ini tidak berhenti pada efisiensi pembayaran semata. Salah satu aset paling berharga yang dimiliki MCA adalah lisensi remitansi. Analis pasar mencermati bahwa MPIX tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk merambah bisnis transaksi remitansi masuk (inbound remittance) dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai belahan dunia. Pasar remitansi dari luar negeri ke Indonesia telah lama didominasi oleh pemain global seperti Western Union dan penyedia jasa sejenis. Tantangan utama yang kerap dihadapi penerima dana di daerah adalah aksesibilitas. Seringkali, mereka harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kecamatan atau kota hanya untuk mencairkan kiriman uang. Di sinilah MPIX, dengan jaringan UMKM dan superapp-nya, bisa menjadi game-changer.
Dengan menguasai infrastruktur pembayaran dan lisensi remitansi, MPIX berpotensi tidak hanya menghemat miliaran rupiah dari biaya operasional, tetapi juga membuka aliran pendapatan baru yang signifikan dari pasar remitansi yang besar dan belum sepenuhnya terlayani secara optimal di tingkat akar rumput. Langkah ini dipandang sebagai lompatan besar bagi MPIX dalam mewujudkan visinya sebagai ekosistem keuangan digital terdepan di Indonesia.
Oleh: Feby Novalius
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:39 WIB


