Chapnews – Ekonomi – Industri aset digital siap merevolusi pengalaman di bandara. Kolaborasi strategis antara IAS Hospitality dan Indodax digadang-gadang akan memperkuat ekosistem hospitality di bandara, menjanjikan era baru kenyamanan bagi para pelancong. William Sutanto, CEO Indodax, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah bukti komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para membernya.
William menjelaskan, Indodax saat ini memiliki hampir 10 juta member di seluruh Indonesia. Mayoritas dari mereka adalah generasi milenial dan Gen Z yang dikenal memiliki mobilitas sangat tinggi. Segmen inilah yang menjadi fokus utama dalam inovasi layanan terbaru ini.

"Kami percaya nilai tambah bagi pengguna tidak hanya hadir melalui layanan di dunia online, tetapi juga melalui pengalaman yang memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari," ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, inisiatif ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan juga bentuk apresiasi. "Melalui kolaborasi dengan IAS Hospitality, kami berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih relevan bagi para member sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan yang telah mereka berikan kepada Indodax," imbuhnya.
Kemitraan inovatif ini merupakan perwujudan komitmen kedua perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan menawarkan manfaat gaya hidup yang relevan di tengah hiruk pikuk bandara.
Lebih jauh, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kehadiran merek kedua belah pihak di pasar, meningkatkan keterlibatan pelanggan secara signifikan, serta membuka peluang sinergi yang lebih luas di sektor perjalanan dan hospitality. Dengan demikian, industri aset digital tidak hanya terbatas pada transaksi daring, tetapi juga merambah ke ranah fisik untuk mendukung gaya hidup modern yang serba cepat.


