Chapnews – Ekonomi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memacu finalisasi 13 proyek hilirisasi strategis dengan total nilai investasi yang fantastis, mencapai sekitar Rp239 triliun. Proyek-proyek ini ditargetkan rampung pada tahap pra-feasibility study (pra-FS) pada bulan Juli tahun ini, menandai langkah signifikan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam domestik.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen pra-FS untuk 13 proyek tersebut saat ini sedang dalam tahap akhir penyelesaian. "Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-FS-nya. Nah, itu kan harus segera kita rampungkan (target) Juli," ujar Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6).

Menurut Erani, setelah tahap pra-FS ini selesai, dokumen-dokumen tersebut akan diserahkan kepada Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi yang sebelumnya telah dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, kajian mendalam akan dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Danantara akan bertugas menganalisis aspek keekonomian dari masing-masing proyek secara komprehensif sebelum melangkah ke tahap implementasi.
Inisiatif 13 proyek hilirisasi ini merupakan sasaran baru pemerintah dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Sebelumnya, pemerintah telah menyusun daftar setidaknya 20 proyek hilirisasi lain yang juga akan digarap dalam beberapa waktu ke depan. Upaya hilirisasi ini konsisten dengan visi pemerintah untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta mendorong pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja.
Investasi sebesar Rp239 triliun ini diharapkan tidak hanya mempercepat industrialisasi di sektor energi dan mineral, tetapi juga memberikan dampak berganda yang signifikan bagi perekonomian nasional. Komitmen pemerintah melalui ESDM dalam mempercepat proses ini menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan daya saing global.


