Ads - After Header

Hukum Pidana Berubah, Pegadaian Siapkan Jurus Jitu!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – PT Pegadaian menunjukkan kesiapan adaptifnya dalam menghadapi dinamika hukum nasional dengan menggelar Legal Excellence and Integrity Summit (LEXIS) 2026. Acara strategis ini, yang berlangsung pada 4-5 Juni 2026 di The Gade Tower Jakarta, secara khusus menyoroti implikasi dari perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

Forum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan manifestasi nyata dari upaya Pegadaian untuk merespons secara adaptif dan proaktif terhadap pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP. Kedua payung hukum baru ini diprediksi akan membawa transformasi fundamental dalam pengelolaan risiko hukum di sektor bisnis, termasuk bagi operasional Pegadaian yang luas.

Hukum Pidana Berubah, Pegadaian Siapkan Jurus Jitu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mengupas tuntas seluk-beluk regulasi baru ini, LEXIS 2026 menghadirkan dua figur otoritatif di bidang hukum nasional: Prof. Asep Nana Mulyana, yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI sekaligus Plt. Wakil Jaksa Agung RI, serta Prof. Hibnu Nugroho, seorang Guru Besar Hukum Acara Pidana dari Universitas Jenderal Soedirman. Kedua narasumber tersebut secara komprehensif membedah pasal-pasal krusial dan menguraikan implikasi hukumnya terhadap lanskap operasional korporasi.

Ismail Ilyas, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, dalam sambutannya menekankan vitalnya pemahaman mendalam terhadap regulasi baru sebagai fondasi utama untuk menjaga kepatuhan dan integritas reputasi perusahaan.

"Implementasi KUHP dan KUHAP yang baru ini menuntut setiap korporasi untuk bertindak lebih gesit dalam memetakan dan mengelola potensi risiko hukum," ujar Ismail. "Melalui LEXIS 2026, kami berkomitmen penuh untuk terus menggenjot kesadaran hukum di seluruh jajaran organisasi. Ini bukan sekadar pemenuhan formalitas, melainkan pilar utama untuk melindungi aset perusahaan, memperkuat tata kelola yang transparan, dan menjamin keberlanjutan bisnis Pegadaian di masa mendatang."

Forum strategis ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh berbagai elemen kunci di Pegadaian, mulai dari Insan Pegadaian Divisi Legal dari seluruh penjuru Indonesia, para Kepala Divisi di bawah Direktorat Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan, Inspektur dan Auditor Satuan Pengawasan Intern (SPI) Kantor Pusat, hingga Kepala Audit Intern Kantor Wilayah, serta para Legal Agent 2026. Kehadiran representatif ini menunjukkan komitmen menyeluruh perusahaan.

Dengan penguatan kompetensi hukum secara masif ini, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi kesiapan yang kokoh di setiap lini perusahaan dalam mengelola risiko hukum. Langkah konkret ini diharapkan mampu menekan potensi terjadinya fraud serta memastikan implementasi Good Corporate Governance (GCG) berjalan secara optimal di seluruh unit kerja Pegadaian.

chapnews.id menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer