Chapnews – Nasional – Sebanyak 29 individu, terdiri dari 26 penumpang dan tiga awak kapal, berhasil dievakuasi setelah Kapal Motor (KM) Sumber Makmur mengalami kendala teknis dan terombang-ambing di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (13/4). Insiden yang berpotensi membahayakan ini terjadi di tengah perjalanan kapal menuju wilayah Kepulauan Seribu Utara, memicu respons cepat dari tim penyelamat.
Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi keberhasilan operasi penyelamatan tersebut. "Kami berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan awak KM Sumber Makmur yang mengalami masalah di perairan dekat Pulau Panggang, dipicu oleh cuaca buruk," ujar Gatot kepada chapnews.id.

Laporan mengenai insiden ini diterima oleh petugas sekitar pukul 06.50 WIB dari salah seorang penumpang yang panik. Tanpa menunda, tim penyelamat yang terdiri dari enam personel segera diberangkatkan menggunakan satu unit kapal penyelamat, KM Satria Biru, pada pukul 06.55 WIB. Kecepatan respons ini menjadi kunci dalam menyelamatkan para penumpang.
KM Sumber Makmur diketahui berlayar dari Dermaga Rawasaban, Tangerang, dengan tujuan Kepulauan Seribu Utara. Kapal tersebut mengangkut 26 penumpang dan tiga awak, termasuk sang nakhoda. Namun, perjalanan mulus mereka terhenti di tengah laut. Gatot menjelaskan, kombinasi antara kondisi cuaca yang memburuk secara drastis dan dugaan kelebihan muatan menjadi pemicu utama kapal tidak mampu melanjutkan pelayaran. Situasi ini sangat membahayakan keselamatan seluruh individu di dalamnya.
Berkat kesigapan tim, seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke KM Satria Biru dalam kondisi selamat dan tanpa cedera. Setelah evakuasi penumpang selesai, KM Sumber Makmur yang bermasalah kemudian ditarik menuju Pulau Panggang untuk pemeriksaan dan penanganan teknis lebih lanjut. Sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh penumpang dan kapal yang ditarik tersebut telah tiba dengan aman di Pulau Panggang.
Gatot Sulaeman kembali menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pelayaran. "Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami mengimbau agar para nakhoda tidak memaksakan diri untuk berlayar jika muatan kapal sudah melampaui kapasitas yang ditentukan," tegasnya.
Di sisi lain, Sadam, nakhoda KM Sumber Makmur, menyampaikan apresiasi mendalamnya kepada petugas Sudin Gulkarmat atas respons cepat dan profesionalisme mereka dalam melakukan evakuasi. "Kecepatan tanggap petugas sangat membantu. Berkat mereka, seluruh penumpang dapat diselamatkan dengan aman," pungkas Sadam.


