Chapnews – Nasional – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, melontarkan tantangan sekaligus optimisme besar kepada praja dan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia mendorong mereka untuk terus menggembleng diri, meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan sebagai bekal utama menghadapi peluang emas menjadi kepala daerah di masa depan. Bima Arya menegaskan, pengalaman panjang yang dimiliki lulusan IPDN dalam mengelola roda pemerintahan dari level terbawah menjadi modal tak ternilai yang jarang dimiliki profesi lain. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kuliah umum yang digelar baru-baru ini di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
"Jika berbicara rekam jejak kepemimpinan, maka alumni IPDN lah yang sejatinya paling siap dan memiliki fondasi terkuat," ujar Bima Arya di hadapan para calon pemimpin bangsa.

Bima Arya menguraikan bahwa sejarah pendidikan kepamongprajaan, mulai dari era APDN, STPDN, hingga kini bertransformasi menjadi IPDN, telah melahirkan puluhan ribu aparatur negara. Mereka kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menduduki posisi strategis dalam pemerintahan. Tak sedikit pula di antara mereka yang berhasil menembus puncak kepemimpinan daerah, terpilih sebagai gubernur, bupati, dan wali kota. Capaian ini, menurutnya, adalah buah dari proses panjang pengabdian dan pengalaman birokrasi yang ditempuh secara berjenjang.
Ia menambahkan, pengalaman "tour of duty" yang meliputi berbagai jabatan mulai dari lurah, camat, kepala dinas, hingga sekretaris daerah, memberikan pemahaman yang komprehensif. Lulusan IPDN disebut memiliki wawasan mendalam mengenai tata kelola pemerintahan, mekanisme pelayanan publik, serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Oleh karena itu, fondasi kepemimpinan mereka dinilai sangat kokoh untuk memimpin sebuah daerah.
Lebih lanjut, Wamendagri turut menyoroti kompleksitas tantangan yang akan dihadapi kepala daerah di masa mendatang. Selain harus sigap merespons dinamika geopolitik global yang bergerak cepat, mereka juga dituntut untuk mengawal pelaksanaan program strategis nasional sekaligus memenuhi harapan masyarakat melalui realisasi janji-janji pembangunan di daerah.
"Alumni IPDN semestinya memiliki kapasitas mumpuni untuk berselancar di tengah tiga tantangan yang tidak mudah ini," tegas Bima Arya, menekankan kesiapan para pamong praja.
Selain itu, Bima Arya menyampaikan harapan besarnya agar para praja IPDN senantiasa memelihara semangat pengabdian "Bhinneka Nara Eka Bhakti" dan teguh menjaga idealisme yang telah ditanamkan di kampus hingga titik purna tugas. "Jika itu terjadi, insyaallah adik-adik ini semua siap untuk menjemput Indonesia Emas 2045," pungkasnya optimis.
Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Deputi I Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal, para Staf Ahli beserta Tenaga Ahli Kemenko terkait, serta Rektor IPDN Halilul Khairi beserta jajaran civitas academica.

