Chapnews – Nasional – Sebuah terobosan signifikan berhasil dicatatkan oleh Bareskrim Polri dalam perburuan gembong narkoba internasional Fredy Pratama, yang dijuluki ‘Pablo Escobar Indonesia’. Bendahara utama sindikat tersebut, Frans Antoni, kini telah diamankan di Malaysia, menandai kemajuan berarti dalam upaya melumpuhkan jaringan kejahatan narkotika lintas negara ini.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi penangkapan Frans Antoni. "Iya betul Frans Antoni ditangkap," ujar Eko kepada awak media pada Jumat (19/6). Frans Antoni tidak sendirian; ia ditangkap bersama istrinya oleh tim penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Keduanya tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.35 WIB, dikawal ketat oleh aparat. Di hadapan kerumunan wartawan, mereka memilih bungkam, menolak memberikan keterangan apapun terkait penangkapan dan keterlibatan mereka.
Penangkapan Frans Antoni menjadi babak baru dalam pengejaran Fredy Pratama, otak di balik sindikat narkoba terbesar di Indonesia yang hingga kini masih buron. Fredy, yang juga dikenal dengan alias Miming atau Cassanova, diperkirakan bersembunyi di luar negeri, sering berpindah-pindah lokasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Kamboja. Pengaruhnya di wilayah Segitiga Emas (Golden Triangle), salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia, sangatlah kuat.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah berhasil menyita total 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023. Data analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba chapnews.id menunjukkan bahwa mayoritas peredaran narkoba di Tanah Air memiliki kaitan dengan sindikat Fredy.
Setiap bulannya, sindikat ini diduga menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi ke Indonesia dalam jumlah masif, mulai dari 100 kg hingga 500 kg. Modus operandi yang kerap digunakan adalah menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh, sebuah taktik licik yang kini semakin terkuak. Penangkapan bendahara ini diharapkan dapat membuka tabir lebih lebar mengenai operasional dan keberadaan Fredy Pratama, serta mempercepat proses penangkapannya.


