Ads - After Header

Sekolah Rakyat: Jembatan Harapan Jutaan Anak Miskin!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Program Sekolah Rakyat menjadi sorotan utama sebagai inisiatif strategis pemerintah dalam memutus siklus kemiskinan struktural yang mengakar di Indonesia. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dengan tegas menyatakan bahwa upaya ini merupakan manifestasi nyata dari amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Dalam sebuah diskusi yang menggugah bertajuk "Bangun Persatuan Nasional Tegakkan Pasal 33 UUD 1945" di Mattea Social Space, Jakarta Pusat, Jumat (19/6), Wamensos Agus Jabo Priyono menyoroti urgensi program tersebut. Acara Talkshow Mahasiswa Berbicara itu turut menghadirkan ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan pada Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier.

Sekolah Rakyat: Jembatan Harapan Jutaan Anak Miskin!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Agus Jabo menjelaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 secara eksplisit mengamanatkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, serta bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. "Kita adalah negara yang kaya raya, namun realitasnya, kekayaan tersebut belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Presiden hari ini sedang menjalankan amanat penderitaan rakyat dan mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa," ungkap Agus.

Latar belakang lahirnya Sekolah Rakyat, menurut Agus, berangkat dari fakta pahit bahwa sebagian besar keluarga miskin dihadapkan pada kesulitan besar untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Data menunjukkan, lebih dari 76 persen orang tua mengakui bahwa kendala ekonomi menjadi tembok penghalang utama akses pendidikan bagi buah hati mereka.

"Ketika Presiden menginisiasi pembangunan Sekolah Rakyat yang dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, secercah harapan kembali menyala. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan, kini bisa kembali merasakan bangku sekolah," imbuhnya.

Agus kemudian membagikan pengalaman inspiratifnya saat berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai pelosok negeri. Di Magelang, ia bertemu seorang ibu yang terpaksa merelakan anaknya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi. Kehadiran Sekolah Rakyat sontak menghidupkan kembali impian sang anak.

Kisah serupa juga ditemui di Klaten, di mana Agus menjumpai anak-anak yang hidup dalam kondisi serba kekurangan ekstrem, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Lebih memilukan lagi, di Jakarta, ada siswa Sekolah Rakyat yang enggan pulang ke rumah saat libur sekolah, khawatir akan membebani orang tuanya terkait biaya makan.

"Masih ada sekitar 4 juta anak di Indonesia yang sangat membutuhkan akses pendidikan akibat belenggu kemiskinan. Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan emas menuju masa depan yang lebih cerah bagi mereka," tegas Agus.

Sementara itu, Fuad Bawazier menegaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi landasan filosofis dan operasional utama dalam setiap kebijakan negara. "Negara memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan bahwa kekayaan dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi kunci fundamental untuk menciptakan keadilan sosial yang merata," tutur Fuad.

Talkshow tersebut juga menjadi platform untuk mendorong peran aktif mahasiswa agar turut serta mengawal kebijakan pro-rakyat, termasuk Program Sekolah Rakyat. Hal ini dianggap sebagai bagian integral dari upaya kolektif untuk menegakkan nilai-nilai konstitusi serta memperkuat persatuan nasional demi kemajuan bangsa.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer