Chapnews – Nasional – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membawa pulang setumpuk pekerjaan rumah (PR) yang mendesak usai melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis. Kunjungan ini dilakukan menyusul mencuatnya polemik terkait sekolah tersebut yang sempat viral karena rencana penggunaan lahannya untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selama berada di lokasi, Gibran tak hanya berkeliling melihat kondisi fisik sekolah, namun juga menyempatkan diri berdialog dengan para guru, siswa, tokoh adat, serta warga setempat. Ia juga menyerahkan bingkisan berupa tas sekolah, alat tulis, dan tempat bekal sebagai bentuk perhatian kepada para siswa.

Usai mendengarkan langsung aspirasi dari guru dan orang tua murid, serta menerima laporan komprehensif dari kepala sekolah dan kepala desa, Gibran menyatakan bahwa ia mengantongi sejumlah isu krusial yang harus segera ditindaklanjuti. "Nanti pulang dari sini saya punya PR soal MBG, PKH, KIS, sinyal internet, KDMP, serta aspirasi dari tenaga pendidik," ungkap putra sulung Presiden Joko Widodo itu.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum bisa dinikmati siswa SDN Wolomoni. Meskipun dapur untuk program tersebut sudah siap dibangun, namun belum dapat beroperasi karena belum mengantongi izin resmi. Merespons hal ini, Wapres Gibran menegaskan perlunya akselerasi penanganan. "SDN Wolomoni belum dapat MBG meski dapurnya sudah siap. Ini harus dipercepat karena wilayah seperti ini lebih membutuhkan program ini. Kalau sudah siap, seharusnya segera berjalan agar meringankan beban orang tua," tegasnya. Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam tata kelola program MBG sebelumnya, terutama terkait isu penangkapan pimpinan, sehingga perbaikan manajemen menjadi prioritas.
Mengenai polemik KDMP yang menjadi pemicu viralnya sekolah, Gibran memastikan bahwa lokasi pembangunannya akan dikaji ulang secara cermat. "Carikan lokasi terbaik, jangan sampai mengganggu sekolah, bersaing dengan BUMDes maupun pedagang warga. Pastikan menjadi ekosistem yang saling melengkapi, dan tidak ada pihak yang saling dibenturkan," pintanya, menekankan pentingnya sinergi dan menghindari konflik kepentingan.
Selain itu, isu lain yang mencuat adalah kualitas sinyal internet yang masih jauh dari memadai, serta bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang belum merata menjangkau seluruh keluarga penerima manfaat. Mendesaknya kebutuhan akan ruang guru yang layak juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan.
Kepala Sekolah SDN Wolomoni, Yohanes Dua, mengungkapkan rasa senang dan terima kasih atas kunjungan langsung Wakil Presiden. "Kami beserta orangtua siswa merasa sangat senang dan bahagia bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden serta menyampaikan aspirasi kami," ujar Yohanes saat dihubungi chapnews.id pada Senin (22/6) malam. Ia menambahkan, dalam dialog tersebut, pihaknya juga menyampaikan kebutuhan sarana prasarana vital seperti pagar sekolah dan perbaikan jaringan internet. Harapannya, fasilitas-fasilitas ini dapat segera masuk dalam program revitalisasi sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.


