Chapnews – Ekonomi – Pemerintah secara resmi mengumumkan keputusan krusial untuk mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di angka Rp15.700 per liter. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak kenaikan harga minyak sawit dunia yang berimbas pada biaya produksi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa ketersediaan minyak goreng terjangkau adalah prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. "Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia," jelas Qodari dalam keterangan resminya kepada chapnews.id, Rabu (24/6/2026).

Qodari menambahkan, pemerintah sangat memahami bahwa harga kebutuhan pokok selalu menjadi sorotan utama publik. Oleh karena itu, stabilitas harga Minyakita menjadi sangat vital dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. "Pemerintah juga mendengar, melihat, dan memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kelompok masyarakat rentan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Minyakita," ujarnya.
Keputusan ini, lanjut Qodari, mencerminkan komitmen kuat pemerintah yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi kebijakan. Selain menjaga agar harga tetap terjangkau, pemerintah juga secara paralel berupaya keras memastikan pasokan Minyakita tetap melimpah di pasar, menghindari kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga dan keresahan di masyarakat.


