Ads - After Header

Peringatan Keras DPR: Latsarmil Maut Harus Dievaluasi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Desakan ini muncul menyusul insiden tragis wafatnya dua peserta dalam pelatihan tersebut.

TB Hasanuddin, yang mengaku telah menerima informasi mengenai dua kematian tersebut – satu karena sakit dan satu lagi akibat heat stroke – menegaskan pentingnya peninjauan ulang yang komprehensif. "Jika menurut hemat saya, ini harus dievaluasi secara serius," kata TB Hasanuddin di kompleks parlemen, Jakarta, pada Rabu (24/6).

Peringatan Keras DPR: Latsarmil Maut Harus Dievaluasi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, evaluasi tersebut harus menitikberatkan pada prosedur pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan mendalam bagi calon peserta sebelum mengikuti latihan. Ia juga menyarankan agar materi kemiliteran yang melibatkan aktivitas fisik berat seperti latihan menembak, baris-berbaris, atau paparan panas ekstrem, sebaiknya dikurangi secara signifikan.

"Mungkin materinya sajalah, ya. Kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya dikurangi," ujarnya. Fokus utama, lanjutnya, harus dialihkan pada penguatan materi manajemen dan pengelolaan koperasi yang relevan dengan tujuan program. "Lebih baik diberikan ya pelatihan tentang manajemen sebuah koperasi," tegas TB Hasanuddin.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengonfirmasi insiden ini dan menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya dua peserta program tersebut. Kedua korban wafat di lokasi dan waktu terpisah saat mengikuti Latsarmil di satuan pendidikan TNI.

Salah satu korban, Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni. Setelah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke, berdasarkan keterangan medis.

Sementara itu, peserta bernama Yonanda Muhammad Taufiq, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Puslatpur Kodiklatad Baturaja, mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni. Ia juga sempat mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung atau cardiac arrest.

Brigjen Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, menegaskan bahwa sebelum mengikuti program, kedua peserta telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan. Namun, insiden ini memicu pertanyaan serius tentang standar keamanan dan kesesuaian pelatihan militer untuk program pembangunan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer