Ads - After Header

DPR Geger! Usul Makan Gratis TBC ‘Tak Masuk Akal’

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Wacana pemberian makan bergizi gratis (MBG) kepada penderita tuberkulosis (TBC) menuai penolakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menilai usulan yang dilontarkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin itu "tidak masuk akal" dan sulit direalisasikan di lapangan.

Charles Honoris mengungkapkan keraguannya terkait aspek teknis implementasi program tersebut. Menurutnya, tidak semua wilayah tempat tinggal penderita TBC memiliki dapur yang siap menyalurkan MBG. "Secara teknis saya rasa ini akan sangat sulit ya, karena belum tentu di dekat tempat penderita TBC itu tinggal ada dapur SPPG (Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi) gitu kan," ujar Charles di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/6). Ia menambahkan bahwa ada cara-cara lain yang lebih tepat untuk memberikan intervensi gizi kepada pasien TBC.

DPR Geger! Usul Makan Gratis TBC 'Tak Masuk Akal'
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Politisi dari PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa tidak semua persoalan harus dikaitkan dengan program MBG. Ia menyarankan agar pemerintah lebih mengoptimalkan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sudah tersebar luas di setiap kecamatan dan kelurahan. "Memanfaatkan Puskesmas untuk bisa membantu penderita TBC mendapatkan apa yang mereka butuhkan, baik dari sisi obat-obatan maupun intervensi gizi kalau memang dibutuhkan. Tetapi untuk memberikan MBG kepada penderita TBC saya rasa ini sesuatu yang sangat tidak realistis," tegasnya.

Lebih lanjut, Charles juga menyoroti risiko penularan TBC yang merupakan penyakit infeksius. Ia mempertanyakan prosedur penggunaan wadah makanan (ompreng) dalam program MBG jika diberikan kepada penderita TBC. "TBC adalah penyakit yang sangat menular, sehingga ompreng yang dipakai itu apakah nanti dikembalikan ke SPPG dan digunakan kembali atau nanti malah bisa menularkan kepada penerima manfaat lainnya yang bukan penderita TBC," paparnya. Charles bahkan berharap Menkes Budi Gunadi Sadikin hanya "bercanda" saat menyampaikan ide tersebut.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memang mengusulkan agar penderita TBC menjadi salah satu prioritas penerima manfaat program MBG. Budi menjelaskan bahwa kondisi fisik penderita TBC yang lemah akibat penyakit tersebut membutuhkan asupan gizi yang memadai untuk mempercepat proses pemulihan.

"Dari hasil penelitian jurnal-jurnal internasional dan sudah diterapkan juga di India dan China, orang yang penderita TBC diobati kan selama 6 bulan sampai 12 bulan. Itu daya tahan kondisi fisiknya itu lemah, sehingga kalau dia bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya," kata Budi di kompleks parlemen, Selasa (23/6).

Budi menekankan urgensi penanganan TBC yang merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 126 ribu jiwa. Ia mengaku telah mendiskusikan usulan ini dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, sebagai bagian dari upaya memfokuskan penyaluran MBG untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya perdebatan serius di kalangan pembuat kebijakan terkait efektivitas dan implementasi program gizi untuk kelompok rentan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer