Chapnews – Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dikabarkan tengah mengkaji serius opsi pembelian kembali saham (buyback). Aksi korporasi ini bertujuan ganda: mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan serta mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham di tengah valuasi saham yang dinilai di bawah harga wajar. Rencana strategis ini muncul menyusul dorongan dari Danantara dan akan diusulkan dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) mendatang.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, memaparkan alasan di balik pertimbangan buyback ini. Menurutnya, porsi saham publik BBTN saat ini sudah mendekati batas minimum yang ditetapkan. Lebih lanjut, Nixon menegaskan bahwa valuasi saham perseroan saat ini masih berada di bawah nilai intrinsiknya.

"Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option. Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank [RBB], tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB," jelas Nixon, seperti dikutip dari chapnews.id pada Rabu (24/6/2026).
Rencana buyback ini juga sejalan dengan pandangan Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia. Dony melihat buyback sebagai strategi korporasi yang lumrah dan rasional, terutama bagi perusahaan dengan fundamental bisnis yang kokoh namun harga sahamnya sedang mengalami tekanan.
"Buyback itu sebenarnya proses yang normal. Jika kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada berinvestasi di tempat lain, lebih baik kita berinvestasi pada saham perusahaan sendiri, terutama jika fundamentalnya kuat," terang Dony. Ia juga menyoroti potensi besar BUMN, termasuk di sektor perbankan, untuk terus menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham berkat fundamental bisnis yang solid dan berkelanjutan.


