Chapnews – Ekonomi – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membawa kabar gembira bagi ribuan pekerja di sektor otomotif. Ia memastikan bahwa dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang berlokasi di Jawa Timur telah menunda rencana krusial untuk mengalihkan basis produksinya ke Vietnam. Penundaan ini secara langsung menyelamatkan sekitar 7.000 buruh dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang sebelumnya membayangi.
Sebelumnya, isu mengenai relokasi pabrik ini telah menjadi sorotan publik lantaran berpotensi memicu gelombang PHK massal yang akan menimpa sekitar 7.000 buruh di kedua perusahaan tersebut. Menanggapi hal ini, Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan rasa syukurnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Prasetyo, informasi penundaan ini didapatkan dari tim yang turun langsung ke lapangan. "Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan, bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda. Artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," jelas Mensesneg, seperti dilansir oleh chapnews.id.
Prasetyo Hadi, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Satgas Mitigasi PHK, menegaskan bahwa persoalan ini menjadi salah satu prioritas utama pihaknya untuk mencari jalan keluar terbaik demi mencegah terjadinya PHK massal. Ia menjelaskan bahwa keinginan dua perusahaan otomotif tersebut untuk berpindah lokasi produksi didasari oleh keputusan prinsipal atau investor yang berencana mengurangi atau memindahkan investasinya. Dengan penundaan ini, pemerintah berhasil mempertahankan investasi dan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.


