Chapnews – Ekonomi – PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), emiten penyedia jasa pengujian laboratorium dan sertifikasi, berhasil mengumpulkan suntikan modal segar senilai sekitar Rp29,9 miliar melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Langkah strategis ini menjadi fondasi kuat bagi perseroan untuk mempercepat ekspansi bisnisnya, khususnya dalam menggarap potensi pasar sertifikasi halal, karbon, dan keberlanjutan yang terus bertumbuh.
Jurnalis: Feby Novalius – Senin, 29 Juni 2026 | 23:06 WIB

Dalam aksi korporasi ini, MUTU menerbitkan sebanyak 309.278.300 saham baru. Dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sebesar Rp97 per saham, perseroan sukses menghimpun dana yang signifikan untuk mendukung visi jangka panjangnya.
Sejumlah investor strategis turut berpartisipasi dalam private placement ini. PT Samala Serasi Utama menjadi penyerap saham terbesar dengan mengakuisisi 103.092.700 lembar saham. Selain itu, PT Bumi Hijau Sedaya juga menanamkan modalnya dengan mengambil 41.237.100 saham. Tak ketinggalan, Interra Resources Limited, sebuah perusahaan energi dan sumber daya yang terdaftar di Bursa Singapura (SGX), turut berinvestasi di MUTU melalui anak usahanya di Indonesia.
Para investor tersebut melihat potensi besar dalam kemampuan MUTU untuk mengembangkan layanan di sektor keberlanjutan (renewables), yang mencakup sertifikasi, pengujian, dan verifikasi. Ini sejalan dengan tren global yang semakin menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Dengan modal baru ini, MUTU siap menggarap pasar sertifikasi halal dan karbon yang prospektif, memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di industri tersebut.
Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna, menegaskan bahwa seluruh investor yang terlibat dalam aksi korporasi ini tidak memiliki hubungan afiliasi, baik dari sisi manajemen maupun kepemilikan saham, dengan pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, maupun jajaran direksi dan dewan komisaris perseroan. Hal ini menjamin transparansi dan independensi dalam struktur kepemilikan MUTU.

