Husein Bandung Hidup Lagi, Kertajati Punya Jurus Jitu!
Oleh: Feby Novalius

Terbit: Selasa, 30 Juni 2026 | 06:02 WIB
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kabar gembira bagi warga Bandung dan sekitarnya, Bandara Husein Sastranegara dipastikan akan kembali melayani penerbangan komersial berjadwal mulai 17 September 2026. Namun, keputusan ini sontak memunculkan pertanyaan besar mengenai nasib Bandara Internasional Kertajati (BIJB) yang sebelumnya digadang-gadang sebagai simpul utama penerbangan Jawa Barat. Pemerintah melalui Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, segera memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa pembukaan kembali Husein tidak akan mengikis komitmen pengembangan Kertajati.
Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara sempat mengalihkan sebagian besar rute penerbangan komersialnya ke Kertajati. Dengan kembalinya operasional penuh untuk penerbangan berjadwal, masyarakat kini memiliki opsi lebih dekat untuk mobilitas udara di wilayah Bandung Raya. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan pelayanan dan konektivitas di wilayah tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya menegaskan bahwa strategi pemerintah adalah memastikan kedua bandara dapat beroperasi secara optimal dengan fokus yang berbeda. "Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," ujar Dudy, merujuk pada visi jangka panjang untuk Kertajati. Ia menekankan bahwa keberadaan Bandara Husein Sastranegara yang kembali aktif tidak akan mengurangi prioritas pemerintah dalam memajukan Kertajati sebagai salah satu simpul penting penerbangan nasional.
Optimalisasi Bandara Kertajati, lanjut Dudy, tidak hanya akan bertumpu pada layanan penerbangan penumpang semata. Sebaliknya, Kertajati diarahkan untuk menjadi pusat industri penerbangan yang komprehensif. Salah satu pilar utamanya adalah pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat, sebuah sektor vital dalam industri aviasi.
Saat ini, aktivitas perawatan pesawat di Bandara Kertajati sudah berjalan dengan partisipasi aktif dari GMF AeroAsia. Pemerintah membuka lebar peluang bagi pengembangan aktivitas aviasi lainnya, seperti logistik kargo udara, pusat pelatihan penerbangan, hingga industri komponen pesawat, guna memaksimalkan potensi bandara tersebut secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kertajati sebagai simpul ekonomi dan penerbangan yang strategis di masa depan, bukan hanya sekadar bandara penumpang. Dengan demikian, kedua bandara akan saling melengkapi, melayani kebutuhan penerbangan yang beragam di Jawa Barat.


