Ads - After Header

Prediksi Bobby Nasution? Bupati Langkat Terjaring OTT KPK!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim, kini harus berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara pada Kamis (2/7). Kasus ini menjadi sorotan tajam, terutama mengingat beberapa pekan sebelumnya, nama Ondim sempat menjadi bahan kelakar Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang secara lugas menyebutnya sebagai "Ongkos Di Muka".

Dugaan awal menyebut Ondim terlibat dalam praktik suap terkait proyek-proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat. Selain Ondim, setidaknya enam individu lain turut diamankan KPK dalam operasi senyap yang menyasar beberapa kota di Sumut. Seluruh pihak yang diamankan kini telah dibawa ke markas KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami peran masing-masing.

Prediksi Bobby Nasution? Bupati Langkat Terjaring OTT KPK!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Insiden kelakar Bobby Nasution ini terjadi pada Minggu (14/6), sekitar dua pekan sebelum tim KPK bergerak. Kala itu, Bobby menghadiri acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Sumatera Utara periode 2024-2029 yang digelar di IKM Hall Deli Husada, Deliserdang. Acara penting tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan itu, Syah Afandin baru saja dilantik sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara, didampingi Dedy Irawan sebagai Sekretaris dan Mora Harahap sebagai Bendahara. Sejumlah pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Utara juga dilantik secara bersamaan. Dalam sambutannya, Bobby Nasution sempat melemparkan candaan dengan menanyakan kepada para kader PAN yang hadir mengenai kepanjangan nama panggilan "Ondim".

"Udah tahu ya? Tahu? Bagi yang belum tahu, On-Dim itu singkatan dari ‘Ongkos Di Muka’," kata Bobby, yang disambut gelak tawa riuh dari para kader PAN kala itu, seperti terekam dalam rekaman video acara tersebut yang beredar.

Menantu Presiden Joko Widodo itu tak berhenti di situ, ia melanjutkan candaannya dengan menyebut bahwa para pengurus PAN kabupaten/kota yang baru dilantik perlu ditanya apakah istilah "Ongkos Di Muka" tersebut juga berlaku saat proses pemilihan ketua di daerah masing-masing. Bobby, yang juga politikus Gerindra, kemudian menutup guyonannya dengan memuji pelaksanaan acara pelantikan yang dinilai lebih besar dibanding lokasi kegiatan sebelumnya.

Merujuk pada kasus yang menimpa kadernya, DPP PAN langsung mengambil langkah tegas. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengonfirmasi pada Jumat (3/7) bahwa Syah Afandin telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara. Kepemimpinan PAN Sumut kini diambil alih sepenuhnya oleh DPP PAN.

Viva Yoga menegaskan bahwa pelanggaran hukum yang dilakukan Ondim adalah tanggung jawab pribadi, dan tindakan tersebut justru bertentangan dengan platform serta Garis Perjuangan PAN dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas. "PAN memohon maaf atas kasus pelanggaran hukum dari kadernya. PAN akan terus melakukan pembinaan watak dan karakter kader serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam menjalankan tugasnya," ujarnya, menegaskan komitmen partai.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengenai kelanjutan roda pemerintahan di Langkat pasca-penangkapan bupati. KPK sendiri masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus suap ini, dengan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer