Ads - After Header

Viral! Pemadaman TPA Jatiwaringin Jadi ‘Wisata’ Dadakan Warga

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terselip sebuah pemandangan tak biasa yang kontras dengan upaya heroik pemadaman api. Sejak Jumat (3/7) sore, hari keempat kebakaran yang tak kunjung padam, puluhan hingga ratusan warga justru memadati hamparan sawah di sisi utara TPA, seolah menjadikannya tribun alami untuk menyaksikan aksi heroik dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Momen langka ini menjadi tontonan menarik bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka berkumpul di area persawahan yang tidak jauh dari danau, sumber air utama bagi helikopter-helikopter tersebut. Dari lokasi ini, warga dapat dengan jelas mengamati lalu lalang helikopter yang berulang kali mengambil ribuan liter air, kemudian menjatuhkannya tepat ke titik-titik api yang masih membara di gunungan sampah. Kepulan asap pekat yang membumbung tinggi dari lokasi kebakaran pun menjadi latar belakang dramatis yang tak luput dari bidikan kamera gawai mereka.

Viral! Pemadaman TPA Jatiwaringin Jadi 'Wisata' Dadakan Warga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bagi Lilis, warga setempat, fenomena ini adalah "hiburan langka" bagi anak-anak yang sedang libur sekolah. "Seru, hitung-hitung hiburan buat anak lagi libur sekolah. Anak-anak juga penasaran pengen lihat helikopter, pengen lihat ngambil airnya di sini kan," ujarnya. Senada dengan Lilis, Diah, warga lainnya, mengaku sengaja datang bersama keponakannya setelah pulang bekerja. Ia bahkan menyebutnya sebagai "healing" setelah seharian bekerja. Keduanya mengaku tidak terlalu khawatir karena merasa berada pada jarak aman, sekitar 850 meter dari titik api, dan arah angin saat itu tidak mengarah ke lokasi mereka berkumpul.

Namun, di balik keramaian "tontonan" ini, pihak berwenang tidak mengabaikan potensi bahaya. Petugas tetap memperketat pengamanan di sekitar lokasi kebakaran, memberlakukan penutupan akses jalan menuju TPA Jatiwaringin. Langkah ini diambil untuk membatasi aktivitas masyarakat umum di area yang terdampak asap, mengingat kualitas udara yang memburuk dan dapat membahayakan kesehatan. Asap kebakaran juga dapat berubah arah sewaktu-waktu mengikuti embusan angin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyuarakan kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan. Tercatat 154 warga telah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran. Hendra mengimbau masyarakat di sekitar TPA Jatiwaringin untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sebisa mungkin menghindari paparan asap. "Jadi kita memang menganjurkan ke masyarakat jangan sampai terpapar asap. Jadi, hindari paparan asap. Kalau seandainya terpaksa terkena paparan, ya kita harus pakai masker," tegas Hendra.

Ia juga meminta warga yang mulai mengalami gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau lima posko kesehatan yang telah disiapkan pemerintah. Hal ini penting untuk mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi pneumonia. "Jika berkembang menjadi pneumonia, terutama pada balita, anak-anak, atau kelompok rentan, risikonya bisa berujung pada kematian," pungkasnya, memberikan peringatan keras.

Meski api belum sepenuhnya takluk sejak berkobar pada Selasa (30/6), proses pemadaman terus dilakukan secara intensif, baik melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran maupun dari udara menggunakan dua helikopter water bombing BNPB. Perpaduan antara bencana yang mengancam dan respons unik masyarakat menjadikan peristiwa di TPA Jatiwaringin ini sebagai sorotan yang kompleks.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer