Ads - After Header

Asap Maut TPA Jatiwaringin: Kemenkes & BNPB Turun Tangan!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons dampak kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah turun tangan untuk menangani ratusan warga yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menunjukkan setidaknya 154 warga telah terjangkit ISPA.

Pratikno, yang ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/7), menyatakan keseriusan pemerintah dalam penanganan ini. "Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu," ujarnya. Tak hanya Kemenkes, Pratikno juga menyebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan logistik, seperti masker, serta berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait. Bahkan, pembahasan mengenai agenda pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak juga sudah dimulai.

Asap Maut TPA Jatiwaringin: Kemenkes & BNPB Turun Tangan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Waspada Komplikasi Pneumonia Mengancam Kelompok Rentan

Di sisi lain, Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyuarakan kewaspadaan tinggi terhadap potensi komplikasi ISPA yang dapat berkembang menjadi pneumonia. Kondisi ini, menurutnya, berisiko mengancam keselamatan, khususnya bagi balita, orang dewasa, dan kelompok rentan lainnya. "Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian," jelas Hendra, Jumat (3/7).

Oleh karena itu, penanganan sejak dini menjadi krusial untuk mencegah infeksi berkembang ke tahap yang lebih serius dan berpotensi fatal. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kasus pneumonia di antara warga terdampak. Hendra mendesak masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan agar tidak menunda pemeriksaan di fasilitas kesehatan atau lima posko kesehatan yang telah disiagakan di sekitar lokasi kebakaran. Untuk memperkuat layanan, Dinkes telah meningkatkan jumlah tenaga medis yang bertugas menjadi 50 orang, didukung oleh Puskesmas sekitar.

Pemadaman Terpadu dan Rencana Modifikasi Cuaca

Kebakaran di TPA Jatiwaringin, yang bermula sejak Selasa (30/6) lalu, kini masih terus diupayakan pemadamannya. Hingga Jumat (3/7), sekitar 30 persen area yang terbakar dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Pemadaman dilakukan secara terpadu, melibatkan operasi udara dengan helikopter water bombing milik BNPB untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau, serta penyemprotan intensif dari darat oleh petugas pemadam kebakaran.

Selain itu, alat berat jenis excavator dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah, membuka akses ke titik api di bagian dalam, sekaligus mencegah bara kembali menyala. BNPB juga tengah mengkaji rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat pemadaman, sembari menunggu kondisi atmosfer yang mendukung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan juga akan dikerahkan dengan metode ‘inject’ untuk penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah pengamanan, akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi, hanya diperuntukkan bagi kendaraan operasional penanganan bencana, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak terus digencarkan demi memadamkan api dan memulihkan kondisi masyarakat terdampak.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer