Bank Negara Menjerit! Dana Rp55 T Minta Waktu Lebih
Chapnews – Ekonomi – Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) secara terang-terangan menyampaikan keluh kesahnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp55 triliun dari pemerintah. Dalam sebuah pertemuan di Kompleks DPR RI baru-baru ini, Himbara mendesak agar tenor pengembalian dana tersebut diperpanjang, dari yang semula singkat menjadi 6 bulan hingga 1 tahun.

Anggota Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendengar langsung "curhatan" dari perwakilan Himbara. Menurut Fauzi, alasan utama di balik permohonan perpanjangan tenor ini adalah karakteristik penyaluran kredit, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kredit UMKM, yang mayoritas digunakan sebagai modal kerja, tidak dapat dikembalikan dalam waktu singkat, seperti satu atau dua bulan.
"Mereka (Bank Himbara) meminta kelonggaran waktu, setidaknya 3 sampai 6 bulan, bahkan sampai setahun. Karena persoalan kredit itu, ketika orang mengambil kredit, tidak bisa sebulan, dua bulan langsung dikembalikan," jelas Fauzi Amro, seperti dikutip dari chapnews.id.
Selain itu, Himbara juga khawatir jika dana SAL dapat ditarik sewaktu-waktu oleh pemerintah tanpa pemberitahuan yang memadai. Kondisi ini akan sangat merepotkan perbankan, mengingat mereka juga harus mengembalikan dana SAL tersebut beserta bunganya kepada pemerintah, yang jumlahnya tidak sedikit.
"Jika seandainya hanya satu bulan, mereka akan sangat kerepotan mengembalikan ke pemerintah. Apalagi kalau diberikan Rp55 triliun, itu kan ada bunganya. Nah, mereka (Himbara) tidak sanggup, mereka istilahnya curhat kepada kita," tambah Fauzi, menegaskan beratnya beban yang ditanggung bank-bank negara tersebut.
Permintaan perpanjangan tenor ini menjadi krusial demi menjaga stabilitas likuiditas perbankan Himbara sekaligus memastikan efektivitas penyaluran kredit produktif bagi sektor UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional. DPR diharapkan dapat menjembatani aspirasi Himbara ini dengan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan SAL, demi keberlanjutan ekosistem ekonomi nasional.

