Ads - After Header

Janji Bupati Mangkrak, Warga Simalungun Bangun Jembatan Sendiri!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Medan – Sebuah rekaman video yang menyentuh hati dan memicu perdebatan publik viral di media sosial, memperlihatkan perjuangan warga Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya. Ironisnya, upaya ini dilakukan hingga dua kali lantaran janji perbaikan dari pemerintah daerah tak kunjung terealisasi, meninggalkan mereka dalam ketidakpastian.

Dita Purba, seorang warga setempat yang aktif menyuarakan keluhan melalui akun TikTok @ditapurba, mengunggah "surat terbuka" yang dengan gamblang memohon perhatian pemerintah. Ia menyoroti kondisi memprihatinkan akses jalan di Desa Bangun Baru, Pulo Raya, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Jembatan yang ambruk akibat longsor ini bukan sekadar penghubung, melainkan urat nadi utama menuju Nagori Lokkung, jalur esensial bagi anak-anak yang hendak bersekolah dan petani yang mengangkut hasil bumi.

Janji Bupati Mangkrak, Warga Simalungun Bangun Jembatan Sendiri!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kampung kami juga terkena musibah jalan satu-satunya (lewat jembatan) longsor dan tidak bisa dilalui," terang Dita dalam videonya. "Jembatan ini merupakan satu-satunya jalan atau akses menuju Desa Nagori Lokkung yang mana itu adalah tempat anak-anak kampung kami bersekolah."

Karena tidak ada respons cepat dari pihak berwenang pasca-kerusakan awal, masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan papan seadanya. "Yang dilakukan masyarakat untuk memperbaiki jalan agar biar anak-anak tetap bisa sekolah dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti sebelumnya," ujarnya.

Namun, harapan warga sempat melambung tinggi ketika pada 14 Desember 2025, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih meninjau langsung lokasi longsor. Bupati kala itu menjanjikan perbaikan jalan dan jembatan akan rampung dalam waktu empat bulan. "4 bulan siap," ujar Bupati Anton, seperti yang terdokumentasi dalam video yang diunggah Dita.

"Seharusnya kalau itu dimulai Januari berarti bulan April harus selesai, tapi ini bulan Juni bentar lagi Juli," keluh Dita dalam videonya, menyoroti kemangkrakan proyek. Jembatan darurat pertama yang dibangun warga dengan susah payah pun tak mampu bertahan, putus total, sementara perbaikan resmi tak menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Tak punya pilihan lain, masyarakat kembali mengumpulkan tenaga dan dana seadanya, membangun jembatan darurat kedua dari kayu dan papan. "Mereka membuat jembatan lagi dan kalian bisa lihat kondisinya kayak gini ini, jembatan yang baru dibikin lagi aku gak tahu ini bertahan sampai kapan," ujar Dita dengan nada pasrah, menggambarkan kondisi yang jauh dari ideal. Ia menambahkan kekhawatirannya akan keselamatan anak-anak sekolah yang harus melintasi jurang dalam.

Video keluhan Dita yang diunggah pada 27 Juni 2026 itu dengan cepat menarik perhatian publik, termasuk Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Menanggapi persoalan yang menjadi sorotan nasional ini, Bobby menyatakan pihaknya akan segera mengecek kondisi di lapangan dan memastikan penanganan yang tepat.

"Pokoknya jalan itu, mau punya nasional, baik punya provinsi ataupun kabupaten, kami tidak ada membeda-bedakan," tegas Bobby di Medan, Rabu (8/7). Ia menambahkan, "Artinya walaupun tanggung jawabnya sudah ada masing-masing, selagi masih di wilayah Sumut kalau itu mengganggu aktivitas masyarakat, sebisa kami akan bertanggung jawab." Bobby juga berjanji akan menelusuri penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah kabupaten dan siap memberikan bantuan jika ada pengajuan.

Pasca viralnya video Dita, pada 2 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Simalungun akhirnya merespons dengan menurunkan tim ke lokasi. Mereka kembali menjanjikan percepatan perbaikan jembatan. "Semoga yang kali ini benar-benar sesuai dengan apa yang dijanjikan dan diposting, semoga yang kali ini dipercepat karena yang sebelumnya dijanjikan 4 bulan kalau boleh bisa kurang dari 4 bulan," harap Dita, menyiratkan keraguan namun juga secercah harapan akan solusi permanen bagi warga Desa Bangun Baru.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer