Ads - After Header

Ekonomi RI Goyang: Rupiah Anjlok, Modal Asing Kabur?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada Rabu, 08 Juli 2026, ditandai dengan pelemahan rupiah dan kekhawatiran akan eksodus modal asing. Di tengah gejolak ini, isu penghapusan pajak Jaminan Hari Tua (JHT) kembali mencuat, menjadi sorotan utama setelah pertemuan antara perwakilan buruh dan pejabat Kementerian Keuangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara terang-terangan menyatakan kekhawatirannya akan potensi kaburnya modal asing hingga Rp3,6 triliun. Ancaman ini muncul pasca pengumuman dari S&P Dow Jones yang mengindikasikan kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia ke kategori frontier market. Menanggapi serius situasi ini, BEI berencana untuk segera menghubungi S&P Dow Jones guna membahas implikasi dan langkah mitigasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah di level 5.873, setelah sempat dibuka tipis di 5.984. Kondisi ini menambah daftar panjang tekanan, mengingat IHSG telah anjlok 34,7 persen sepanjang semester I-2026. Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali tertekan, ditutup melemah ke level Rp18.014 per dolar AS. Ketidakpastian geopolitik global dan beban fiskal domestik disebut-sebut menjadi biang kerok di balik pelemahan mata uang Garuda ini.

Ekonomi RI Goyang: Rupiah Anjlok, Modal Asing Kabur?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, isu kesejahteraan buruh kembali mengemuka dan menjadi perhatian publik. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, hari ini melakukan pertemuan dengan Purbaya, pejabat Kementerian Keuangan, untuk secara langsung menyampaikan tuntutan penghapusan pajak JHT. Pertemuan yang berlangsung di Kemenkeu tersebut, bahkan diwarnai dengan makan siang bersama, menjadi puncak dari serangkaian desakan. Sebelumnya, ribuan buruh telah menggeruduk kantor Purbaya, mendesak agar potongan pajak JHT dihapuskan demi meringankan beban pekerja di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Dinamika ekonomi hari ini menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari volatilitas pasar global yang memengaruhi sentimen investor hingga isu-isu domestik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemerintah dan otoritas terkait dituntut untuk sigap merespons guna menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor, sekaligus memastikan keadilan bagi para pekerja. Berita ini disajikan oleh chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer