Chapnews – Nasional – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama ESQ Corp mengukuhkan komitmennya dalam mengidentifikasi potensi emas generasi muda melalui program pemetaan talenta. Sebanyak 100.000 kuota tes Talent DNA akan dialokasikan bagi siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk membantu setiap siswa mengenali bakat dan minat intrinsik mereka, sekaligus menyediakan panduan personalisasi demi pengembangan diri yang optimal.
Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar, menegaskan bahwa upaya pengembangan talenta di Sekolah Rakyat merupakan pilar penting dalam mewujudkan ekosistem talenta yang kuat, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah audiensi penting dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos pada Senin (13/7).

ESQ Corp sendiri telah terlibat aktif selama setahun terakhir dalam mengamati perkembangan Sekolah Rakyat, termasuk melakukan pemetaan Talent DNA terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah. Berdasarkan pengalaman tersebut, Ary Ginanjar menekankan urgensi pemetaan talenta sebagai kunci bagi setiap anak untuk menemukan arah masa depannya. "Saya optimis, melalui pendekatan ini, seluruh anak Indonesia dapat mengidentifikasi dan meraih masa depan yang gemilang," tuturnya.
Diana, Senior Konsultan ESQ, mempresentasikan temuan menarik dari pemetaan talenta siswa Sekolah Rakyat. Hasilnya menunjukkan bahwa para siswa memiliki kekuatan karakter yang menonjol, meliputi ketulusan, sifat perfeksionis, menjunjung kesetaraan, jiwa pemaaf, dan kemampuan menciptakan harmoni. Namun, ada beberapa aspek yang diidentifikasi memerlukan penguatan lebih lanjut, seperti kemampuan intuitif, tingkat kepercayaan diri, ketegasan dalam mengambil keputusan, kapasitas untuk mengarahkan, serta kejelasan dalam menyampaikan gagasan.
Lebih lanjut, ESQ memperkenalkan inovasi berupa konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat. Program ini dirancang sebagai pendamping personal yang berkelanjutan bagi siswa dalam mengembangkan diri. Diana menekankan, "Ini adalah keunggulan fundamental Sekolah Rakyat. Di sini, setiap individu dihargai sesuai dengan keunikan talentanya."
Menanggapi presentasi tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap konsep AI Coaching Talenta. Ia bahkan mengusulkan agar filosofi "setiap siswa berharga sesuai talentanya" menjadi identitas utama Sekolah Rakyat. "Ide ini sangat brilian, karena memang di Sekolah Rakyat, setiap siswa memiliki nilai yang tak terhingga," tegas Gus Ipul.
Sebagai langkah awal, Sekolah Rakyat akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026 di 19 lokasi berbeda, melibatkan 5.130 siswa baru. Jumlah ini direncanakan akan terus bertambah secara progresif. Kemensos sendiri menargetkan partisipasi sebanyak 45.000 siswa dalam program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027, menandai komitmen serius dalam membangun generasi berdaya saing.


