Ads - After Header

Misteri KMP Mutiara: Heli Basarnas Terus Sisir Laut!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Basarnas terus mengintensifkan upaya pencarian korban dan kemungkinan bangkai kapal KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar hebat di perairan utara Madura. Meskipun operasi SAR utama telah resmi ditutup, helikopter Basarnas HR-1301 kini dikerahkan untuk melakukan pemantauan udara secara menyeluruh di area perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa penyisiran dari udara ini bertujuan untuk mencari tanda-tanda keberadaan bangkai KMP Mutiara Sentosa II atau korban yang mungkin masih belum ditemukan. "Sembari menunggu verifikasi pengaduan penumpang yang belum ditemukan dari KSOP dan perusahaan kapal, kami tetap melaksanakan aksi pemantauan dan penyisiran di area sekitar lokasi kejadian. Ini penting agar tidak ada jeda waktu sampai adanya verifikasi pengaduan," tegas Nanang pada Jumat (7/8), seperti dilansir chapnews.id.

Misteri KMP Mutiara: Heli Basarnas Terus Sisir Laut!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain penyisiran udara, KN SAR 249 Permadi sebelumnya juga telah melakukan penyisiran di perairan utara Kabupaten Sumenep. Kapal tersebut kini telah kembali bersandar di Dermaga Distrik Navigasi, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, untuk pengisian ulang bahan bakar sebelum kemungkinan kembali beroperasi.

Operasi SAR untuk insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II sendiri telah dialihkan statusnya menjadi operasi kesiapsiagaan sejak 4 Agustus lalu. Perubahan status ini juga berimbas pada manajemen sumber daya posko yang sebelumnya terpusat di satu posko terpadu di Tanjung Perak, meliputi Posko SAR, Posko DVI, dan posko lainnya.

Saat ini, Posko SAR telah kembali beroperasi di Kantor SAR Surabaya, sementara posko-posko lain juga kembali ke kantor satuan masing-masing. Hanya Posko Pengaduan yang masih bertahan di Tanjung Perak, berfungsi menampung laporan dari keluarga korban yang menduga masih ada anggota keluarganya belum terevakuasi.

Nanang Sigit memastikan bahwa meskipun posko-posko telah terpisah, koordinasi antarunsur tetap berjalan dengan baik apabila ada laporan korban yang memerlukan evakuasi. "Apabila ada laporan korban yang perlu dievakuasi, maka akan segera dikomunikasikan ke semua unsur posko sesuai fungsi masing-masing," imbuhnya.

Sebagai kilas balik, KMP Mutiara Sentosa II dengan rute pelayaran Surabaya-Makassar dilalap si jago merah di perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8) pagi. Berdasarkan data terakhir Basarnas pada Selasa (4/8), sebanyak 238 orang yang berada di kapal tersebut telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 233 di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II resmi ditutup setelah ditemukannya 238 penumpang tersebut pada Selasa (4/8). Namun, di tengah penutupan operasi utama, setidaknya empat penumpang KMP Mutiara Sentosa II masih dilaporkan hilang pasca-kebakaran. Keempat nama tersebut adalah Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, dan Abdurrahman, yang menjadi fokus utama dari operasi kesiapsiagaan yang masih berlangsung.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer