Ads - After Header

Target Ambisius: 150 Ribu Anak Prasejahtera Masuk Sekolah Rakyat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Banten – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memasang target ambisius: menjangkau sedikitnya 150.000 anak untuk mengikuti program Sekolah Rakyat hingga tahun 2027. Target ini diumumkan di tengah upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan mereka yang putus sekolah.

Saat ini, program tersebut telah memiliki fondasi kuat dengan beroperasinya 165 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah, berhasil menampung sekitar 43.000 peserta didik. Gus Ipul optimis target tersebut dapat tercapai, terutama dengan rampungnya pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di berbagai kota dan kabupaten sesuai rencana.

Target Ambisius: 150 Ribu Anak Prasejahtera Masuk Sekolah Rakyat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Tahun depan, sesuai arahan Bapak Presiden, kalau gedungnya jadi, sudah lebih dari 150.000 siswa Sekolah Rakyat dan akan nambah lebih banyak lagi setiap tahunnya," ujar Gus Ipul saat peresmian Sekolah Rakyat Rintisan di Kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8).

Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang untuk mampu menampung sekitar 2.000 peserta didik. Untuk memperluas jangkauan dan memastikan lebih banyak anak mendapatkan kesempatan, Kementerian Sosial juga berencana memperbanyak Sekolah Rakyat Rintisan. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang terpaksa putus sekolah atau masih menjalani hidup di jalanan.

Namun, Gus Ipul mengakui bahwa proses perekrutan peserta didik untuk Sekolah Rakyat Rintisan bukanlah tugas yang mudah. Para pendamping lapangan harus berjuang keras mencari keberadaan anak-anak yang menjadi target program sebelum berhasil mengajak mereka kembali ke bangku pendidikan. "Para pendamping-pendamping kami harus memerlukan waktu 24 jam ya mencari tempat mereka sedang berada di mana itu," tuturnya, menyoroti dedikasi tim di lapangan.

"Nah, inilah hal yang mendapat atensi secara khusus dari Bapak Presiden, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di setiap daerah nanti," imbuhnya, menekankan pentingnya dukungan lintas sektor.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan 100 bangunan baru Sekolah Rakyat yang lebih besar, layak, dan memadai untuk tahun 2026. "Tahun ini ada 100 bangunan baru yang lebih besar, lebih layak, dan lebih memadai," kata Teddy.

Menurut Teddy, inisiatif Sekolah Rakyat adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menekan angka putus sekolah, khususnya bagi anak-anak dari latar belakang prasejahtera. "Kami menyadari banyak anak yang tidak sekolah, anak yang masih di jalan, nah itulah yang diinginkan oleh Bapak Presiden," ucapnya.

"Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah," tegas Teddy, menggambarkan visi holistik program ini dalam memberikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer