Chapnews – Ekonomi – Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi yang mengesankan pada kuartal II-2026, mencapai 5,3% (year on year/yoy). Angka ini melampaui ekspektasi pasar, meskipun terjadi perlambatan konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Kenaikan signifikan pada investasi menjadi penyelamat utama yang menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, mengungkapkan bahwa capaian 5,3% ini melampaui perkiraan internal Bank Danamon sebesar 5,2% dan konsensus pasar di angka 5,1%. Namun, ia mengakui adanya perlambatan dibandingkan kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan 5,6% (yoy). Secara kuartalan, Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 3,7% (quarter on quarter/qoq).

"Hasil ini mengonfirmasi bahwa permintaan domestik tetap tangguh berkat dukungan fiskal, meskipun dorongan pertumbuhan yang sangat kuat pada awal tahun mulai kembali ke tingkat normal," jelas Hosianna seperti dikutip chapnews.id.
Perlambatan ini, menurut Hosianna, utamanya disebabkan oleh normalisasi konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB menurun menjadi 2,67 poin persentase pada kuartal II, dari sebelumnya 2,95 poin persentase di kuartal I. Penurunan ini seiring dengan meredanya euforia aktivitas terkait Ramadan dan Lebaran yang sebelumnya memicu mobilitas, transportasi, restoran, dan perhotelan pada kuartal pertama.
Senada, konsumsi pemerintah juga melambat, dengan kontribusi turun menjadi 1,07 poin persentase dari 1,26 poin persentase. Hal ini telah diprediksi mengingat adanya percepatan realisasi belanja pegawai, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), serta belanja program prioritas nasional, termasuk peluncuran awal program makan bergizi gratis, yang terkonsentrasi di kuartal I-2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa konsumsi pemerintah yang sempat melonjak 21,8% (yoy) pada kuartal I-2026, kemudian melambat menjadi 15,8% (yoy) di kuartal II.
"Investasi menjadi faktor utama yang meredam dampak perlambatan tersebut," tegas Hosianna. Kontribusi investasi tetap atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tercatat meningkat signifikan, mencapai 2,06 poin persentase pada kuartal II-2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 1,79 poin persentase yang dicatat pada kuartal I-2026, menunjukkan peran krusial investasi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Dengan dinamika ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 secara keseluruhan diproyeksikan masih akan mencapai 5,2 persen, menandakan optimisme terhadap fundamental ekonomi nasional yang kuat meskipun menghadapi fluktuasi di sektor konsumsi.

