Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa gemilang sepanjang pekan ini, berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda ini perkasa sebesar 0,69 persen, menutup perdagangan Jumat (7/8/2026) di level Rp17.897 per dolar AS, sebuah pencapaian yang menandai kekuatan di tengah dinamika pasar global.
Kekuatan rupiah ini merupakan peningkatan yang mencolok dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di angka Rp18.022 per dolar AS. Bahkan, pada penutupan perdagangan Jumat saja, rupiah sudah menunjukkan kenaikan 0,15 persen, menjadi indikasi tren positif yang berkelanjutan setelah sempat tertekan.

Tren penguatan ini juga tercermin pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Pada Jumat (7/8/2026), Jisdor mencatat rupiah di posisi Rp17.913 per dolar AS. Secara mingguan, data Jisdor menunjukkan apresiasi yang lebih besar, yakni 0,80 persen dari level Rp18.058 per dolar AS pada pekan sebelumnya.
Analis mata uang dan komoditas terkemuka, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa dinamika pergerakan rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global. Ia secara khusus menyebutkan konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah dan antisipasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS sebagai faktor-faktor eksternal yang patut dicermati oleh investor.
"Para pelaku pasar tetap ekstra hati-hati. Meskipun ada perkembangan positif, masih banyak negosiasi dan pengaturan keamanan yang belum sepenuhnya rampung terkait isu-isu global, yang membuat investor cenderung menahan diri dan memantau perkembangan lebih lanjut," jelas Ibrahim dalam riset terbarunya yang diterima chapnews.id.
Namun, di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, Indonesia memiliki fondasi kuat yang menopang stabilitas rupiah. Kokohnya posisi cadangan devisa negara menjadi benteng yang efektif, memberikan daya tahan bagi rupiah untuk tetap stabil di hadapan tekanan pasar internasional yang fluktuatif. Kondisi ini menjadi salah satu penopang utama kepercayaan pasar terhadap mata uang domestik.


