Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja strategis ke Nusa Tenggara Timur (NTT), meninjau langsung Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kupang pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kunjungan ini berfokus pada evaluasi kesiapan armada serta infrastruktur pengawasan laut di kawasan perbatasan timur Indonesia, esensial untuk menjamin kelancaran arus perdagangan dan optimalisasi penerimaan negara.
Dalam inspeksi mendalam tersebut, Purbaya secara seksama memeriksa kesiapan armada patroli dan berbagai fasilitas pendukung yang tersedia di PSO Bea Cukai Kupang. Pangkalan ini, yang berlokasi strategis di Kupang, memegang peranan krusial dalam upaya penguatan pengawasan kepabeanan dan cukai di seluruh wilayah NTT.

Lebih dari sekadar menjalankan fungsi kepabeanan, PSO Bea Cukai Kupang juga aktif mendukung operasi patroli terpadu. Mereka bersinergi dengan berbagai instansi penegak hukum seperti TNI Angkatan Laut, Polairud, serta PSDKP. Bahkan, pangkalan ini turut serta dalam misi pencarian dan pertolongan (SAR) saat terjadi situasi darurat, menunjukkan fleksibilitas dan dedikasi personelnya.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sektor pengawasan laut merupakan benteng kedaulatan ekonomi nasional yang tak tergantikan. Hal ini terutama berlaku di wilayah kepulauan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, menjadikannya garis depan pertahanan ekonomi.
"Untuk itu, pengawasan laut harus terus diperkuat secara berkelanjutan. Ini dapat dicapai melalui modernisasi sarana operasi, pemanfaatan teknologi terkini, serta peningkatan kompetensi personel. Tujuannya agar mampu menjawab tantangan pengawasan di wilayah perbatasan yang kian kompleks," ujar Purbaya, seperti dikutip dari chapnews.id. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas ekonomi dan keamanan maritim Indonesia.

