Chapnews – Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), baru-baru ini menyoroti sejumlah persoalan serius dalam program pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah adanya koperasi yang didirikan di lokasi pegunungan terpencil, yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat maupun kendaraan.
Dalam sebuah acara penandatanganan perjanjian di Jakarta, Zulhas menyatakan bahwa proyek pembangunan koperasi dalam skala besar ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Ia menekankan bahwa pemerintah sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap implementasi program, termasuk penentuan lokasi. "Ada juga pekerjaan yang besar membangun koperasi 80.000, tidak gampang. Oh, ada yang di gunung, ya kita tertibkan," ujarnya.

Zulhas secara tegas mempertanyakan logika di balik pembangunan koperasi di area yang minim akses. Menurutnya, sebuah koperasi haruslah mudah dijangkau oleh seluruh anggota dan masyarakat sekitar agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata. "Kalau di gunung orang enggak bisa naik, mobil enggak bisa naik, masa ada," kata Zulhas, mengungkapkan keheranannya terhadap situasi tersebut.
Ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Zulhas mengaku sedang aktif menelusuri lokasi-lokasi bermasalah tersebut dan mencari tahu akar penyebab mengapa koperasi bisa dibangun di tempat yang tidak strategis dan sulit diakses. "Nah, itu ya kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan," pungkasnya, menegaskan komitmen untuk menertibkan dan menyelesaikan masalah ini demi keberhasilan program Kopdes.

