Ads - After Header

Tragedi Asap! Banjarbaru Terancam, Evakuasi Massal

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kabut asap pekat menyelimuti Kompleks Aeropolis 1, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memaksa sejumlah warga untuk mengungsi. Kondisi pada Sabtu (22/8) dilaporkan memburuk drastis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam di wilayah tersebut.

Seorang warga setempat, Saleh, mengungkapkan bahwa intensitas asap pada hari itu jauh lebih pekat dan mengkhawatirkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Lebih parah daripada kemarin," ujarnya kepada chapnews.id, menggambarkan situasi mencekam yang mereka alami. Saleh menambahkan, anggota keluarganya telah lebih dulu mengungsi ke kampung halaman untuk menghindari dampak langsung asap dan ancaman api. Ia memilih bertahan seorang diri untuk memantau dan mengamankan rumah dari potensi jilatan api.

Tragedi Asap! Banjarbaru Terancam, Evakuasi Massal
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi serupa juga dialami warga lain. Meskipun beberapa masih memilih bertahan di rumah untuk berjaga-jaga, kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lanjut usia telah dievakuasi secara mandiri. Keputusan ini diambil karena kondisi asap dan ancaman kebakaran yang semakin serius dan mengkhawatirkan keselamatan mereka.

Aiptu Helmi Apriana, Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor, menjelaskan bahwa titik api di lokasi tersebut sebenarnya sudah muncul selama beberapa hari. Namun, kondisi paling parah terjadi pada Sabtu, dipicu oleh angin kencang dan cuaca panas ekstrem. Ia menuturkan, kawasan perumahan ini mayoritas berada di atas lahan gambut, yang membuat api sulit dipadamkan karena membakar jauh di dalam tanah. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan lahan dan kembali muncul ke permukaan saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Helmi juga menceritakan momen kritis ketika kobaran api sempat mendekati bangunan permukiman warga, tepatnya di sekitar dinding rumah di blok belakang. Beruntung, tim pemadam kebakaran berhasil menangani situasi tersebut dengan cepat dan efektif. "Sudah di ujung itu, sudah di dinding rumah. Tapi tadi sudah ditangani dengan baik," tegasnya, mengapresiasi kerja keras tim di lapangan.

Penanganan karhutla di lokasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, serta sejumlah barisan pemadam kebakaran dan relawan. Di antaranya adalah Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Bencana (MPB), dan dukungan dari perusahaan seperti Adaro, Arutmin, serta Hutan Rindang Banua. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat, dengan strategi yang disesuaikan kondisi cuaca dan medan.

Aparat terus berkoordinasi intensif dengan warga mengingat api semakin mendekati kawasan perumahan. Sebagai langkah antisipasi, tim pemadam kebakaran juga telah mendistribusikan masker kepada masyarakat untuk membantu mengurangi dampak paparan asap. Hingga saat ini, belum ada permintaan evakuasi resmi dari warga. Mereka yang meninggalkan rumah memilih untuk mengungsi secara mandiri, mengambil keputusan berdasarkan penilaian masing-masing keluarga terhadap kondisi di lapangan yang terus berubah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer