Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Republik Indonesia secara gencar mendorong pemanfaatan optimal aset dan ruang publik sebagai strategi kunci untuk memperluas jangkauan layanan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta koperasi terhadap berbagai dukungan vital, mulai dari perizinan yang disederhanakan hingga perluasan akses pasar.
Langkah konkret dari upaya ini diwujudkan melalui peluncuran Perintis Berdaya Connect (PBC), sebuah platform kolaborasi yang dirancang untuk menjadi ekosistem terpadu. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengungkapkan harapannya agar PBC dapat menjadi motor transformasi ekosistem usaha yang kuat. "Saya sangat berharap Perintis Berdaya Connect agar menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menjadi penopang pertumbuhan pelaku ekonomi di dan sekitarnya. Kita yakin dengan ekosistem yang baik ini menjadikan Kota Batu unggul dibanding kota-kota lainnya di seluruh Indonesia," ujar Muhaimin dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, seperti dikutip dari chapnews.id.

PBC tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan sinergi dari berbagai lembaga dan komunitas yang telah memiliki rekam jejak dalam melayani pelaku usaha. Di antaranya adalah Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, serta Rumah BUMN Malang. Kolaborasi ini dirancang fleksibel dan terbuka lebar bagi pihak lain yang memiliki potensi dan relevansi dengan kebutuhan daerah, menciptakan jaringan dukungan yang komprehensif.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan filosofi di balik PBC. Menurutnya, inisiatif ini bukan tentang menciptakan fasilitas atau program baru yang menambah beban birokrasi. Sebaliknya, PBC berfokus pada upaya menghubungkan dan mengoptimalkan layanan yang sudah ada, sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
"Filosofi utama Perintis Berdaya Connect bukan menambah beban administratif dengan program baru. Sebaliknya, kami ingin merapikan labirin birokrasi, menyederhanakan akses, dan mengintegrasikan layanan pengembangan usaha masyarakat," tegas Leontinus. Pendekatan inovatif ini diharapkan mampu memangkas jarak antara pelaku usaha dengan berbagai dukungan yang mereka butuhkan, baik bagi mereka yang baru merintis maupun yang sedang mengembangkan usahanya. Dengan demikian, ekosistem usaha yang lebih efisien dan inklusif dapat tercipta, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah.


